Selasa, 12 November 2019

Fachrori: Pemerintah Dorong Pelaku Usaha Koperasi Berbagi Pengalaman


Jumat, 12 Juli 2019 | 23:19:31 WIB


Acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-72
Acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-72 / Humas Pemprov Jambi

PURWOKERTO - Gubernur Jambi Dr. Drs. H. Fachrori Umar, M.Hum mengatakan bahwa pemerintah, baik pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jambi, dan pemerintah kabupaten/kota, bekerja sama dengan seluruh pihak terkait mendorong pelaku usaha koperasi untuk saling berbagi pengalaman dan informasi, untuk meningkatkan kemampuan koperasi dalam mengembangkan usahanya, termasuk memberikan penyajian hasil karya daerah lebih baik lagi.

Hal itu dikatakan Fachrori saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-72 yang dibuka oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Republik Indonesia Darmin Nasution, di GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (12/07/2019).

Tema Hari Koperasi Nasional ke-72 adalah “Reformasi Total Koperasi di Era Industri 4.0". Puncak peringatan Harkopnas diperkirakan dihadiri sekitar 20.000 masyarakat koperasi dan stakeholders koperasi dari seluruh Indonesia.

Usai mengikuti puncak peringatan Harkopnas, Gubernur Jambi Fachrori menyatakan bahwa Hari Koperasi Nasional diperingati setiap tahun sebagai upaya secara terus-menerus mempromosikan koperasi sebagai sistem ekonomi berkeadilan yang menyejahterakan masyarakat.

Fachrori mengatakan, tujuan Harkopnas untuk mempertemukan para pelaku usaha, untuk berdialog, sehingga bisa bertukar kebutuhan dan informasi, sebagai wujud memajukan usaha yang digeluti koperasi.

Selain itu Fachrori mengungkapkan, dipilihnya Purwokerto sebagai tuan rumah untuk mengingatkan kembali pada sejarah koperasi. "Dulunya, Kota Purwokerto merupakan tempat kelahiran koperasi pertama di Indonesia yang diinisiasi oleh seorang patih bernama Raden Wiryaatmaja. Di kota inilah pertama kali model ekonomi kerakyatan (koperasi) diperkenalkan di Indonesia tahun 1896," kata Fachrori.

Menurut Fachrori, semangat kebersamaan yang menjadi ciri koperasi harus diperkuat. Apalagi mengingat koperasi bukan semata-mata sebagai badan usaha, tapi juga merupakan manifestasi ideologi atas dasar keadilan dan tolong-menolong.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Darmin Nasution menyampaikan, pemerintah terus berusaha membangun berbagai fasilitas dan infrastruktur seperti jalan dengan tujuan untuk mendukung perekonomian masyarakat serta mendorong masyarakat mendapatkan dana KUR sebagai dana awal untuk membuka usaha ataupun untuk bertani.

"Koperasi pada dasarnya dibangun atas dasar kekeluargaan, dan kesetiakawanan. Sementara pergerakan ekonomi global bersifat kapitalis yang mengandalkan persaingan bebas. Yang kuat akan berjaya, yang kalah akan terpuruk. Ironisnya, dunia cenderung membenarkan ekonomi gaya ala barat ini sehingga membuat semangat kesetiakawanan dalam ekonomi semakin lumpuh," ujar Darmin Nasution.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia H. Nurdin Halid menyampaikan, dalam peringatan Harkopnas ini diselenggarakan Harkopnas Expo 2019 yang digelar pada tanggal 11-14 Juli 2019, juga merupakan etalase pencapaian gerakan koperasi nasional bersama Dekopin dan pemerintah, baik di pusat maupun di daerah, perusahaan swasta, BUMN dan BUMD di seluruh Indonesia.

"Harkopnas Expo juga menjadi wadah strategis untuk memperomosikan produk-produk unggulan beserta peluang bisnis dan investasi yang dimiliki koperasi dan UMKM di seluruh Indonesia,” jelas Nurdin Halid.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengajak masyarakat untuk ikut berkoperasi. “Saya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berkoperasi, agar bisa melawan industri-industri yang sudah mempunyai modal besar. Dengan banyaknya masyarakat menjadi anggota koperasi, kita akan kuat dan modal bisa bertambah, serta mampu mensejahterakan masyarakat," ungkap Ganjar.

Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, para gubernur se Indonesia, para bupati/walikota, para pelaku usaha koper


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments