Rabu, 23 Oktober 2019

BNNP Jambi Dukung Langkah Pemkab Sarolangun Bangun Panti Rehabilitasi Narkoba


Sabtu, 13 Juli 2019 | 11:09:37 WIB


Bupati Sarolangun Cek Endra dan Kepala BNNP Jambi Heru Pranoto saat meninjau eks rest area untuk dijadikan panti rehabilitasi narkoba.
Bupati Sarolangun Cek Endra dan Kepala BNNP Jambi Heru Pranoto saat meninjau eks rest area untuk dijadikan panti rehabilitasi narkoba. / istimewa

SAROLANGUN - Bupati Sarolangun Cek Endra mengatakan bahwa di lokasi rest area akan disiapkan lahan seluas 10 hektare untuk pembangunan panti rehabilitasi narkoba.

Namun menjelang akhir tahun ini, Pemkab Sarolangun baru hanya akan merehab gedung rest area untuk dijadikan tempat pengobatan para pecandu narkoba ini.

“Lahan 10 hektare, bangunan sementara itu akan kita rehab jadi tempat perawatan medis, tahun 2020 nanti akan ditambah dengan unit-unit lainnya," kata Cek Endra.

"Januari nanti kita sudah mulai terima pasien untuk perawatan di sarolangun, kita terus berjalan tidak menunggu lengkap semua, kami yang penting sudah jalan yang sementara ini ditangani oleh Dinas Kesehatan, khusus merawat pecandu narkoba di sarolangun. Insya Allah kita sudah siap menerima pasien,” ujarnya menambahkan.

Cek Endra juga mengatakan bahwa pelaksanaan pusat rehabilitasi narkoba ini juga bekerja sama dengan BNN Provinsi Jambi. Bagaimana pelaksanaan teknis konseling bagi pasien, disain gedung, serta bagaimana cara perawatan terhadap pecandu narkoba.

Kepala BNN Provinsi Jambi Brigjend Heru Pranoto mengapresiasi langkah Bupati Sarolangun H Cek Endra untuk mendirikan Panti Rehabilitasi Narkoba dikabupaten Sarolangun, Ini merupakan kepedulian seorang kepala daerah terhadap rakyatnya.

“Saya apresiasi kepada Pemkab Sarolangun, Insha Allah akan dibangun tempat rehab untuk mengantisipasi dan agar tidak ada masyarakat yang terpapar narkoba, kalau ada yang terpapar segera dilakukan rehabilitasi untuk penyembuhan," ujarnya.

"Pusat rehab di sarolangun ini, kita kerja sama, dimulai secara teknis, nanti kita berikan konseling bagaimana untuk rehab ini bisa berjalan dengan baik. Ini upaya yang sangat positif dari pemerintah daerah untuk menciptakan menyongsong Indonesia emas tahun 2045,” lanjut Heru.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa Presiden RI Joko Widodo sudah memperingatkan bahwa indonesia ini sudah darurat narkoba, sehingga presiden mengeluarkan Inpres nomor 06 tahun 2018 dalam rencana aksi nasional, seluruh Kementrian atau lembaga membuat pencegahan peredaran gelap Narkoba.

Ke depan tidak menutup kemungkinan di Kabupaten Sarolangun akan dibentuk Badan Narkotika Kabupaten (BNK), sebab hal ini sudah dari dulu dicanangkan oleh Bupati Sarolangun. Namun yang jelas, dalam pelaksanaan panti rehabilitasi narkoba ini, BNN Provinsi Jambi sudah memberikan bimbingan teknis, konsep pembentukan ruangan, konsep denah lokasi, tenaga dokter yang akan dibimbing langsung oleh BNN Jambi yang telah bersertifikasi.

“Itu memang keinginan pak bupati sudah dari kemarin, saat musrenbang kita sudah bahas itu, kita pilih daerah yang rawan, saat ini memang sudah mau dibuka. Mudah-mudahan Sarolangun nanti untuk bisa didirikan BNK, namun itu hanya bisa jika dilihat dari pertimbangan tingkat kerawanan, masyarakatnya sudah banyak yang terpapar. Dari hasil kajiannya untuk Jambi sendiri di rangking empat,” terang Heru.

Usai mengikuti rangkaian kegiatan HANI 2019, Bupati Sarolangun dan Kepala BNN Jambi bertolak menuju Ex Rest Area lokasi pembangunan Panti Rehabilitasi Narkoba Kabupaten sarolangun, didampingi Wakil Bupati Sarolangun, Sekda dan sejumlah SKPD.

Bupati melihat langsung Kondisi Gedung Rest Area yang akan dibangun menjadi Panti Rehabilitasi Narkoba Kabupaten Sarolangun.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments