Rabu, 21 Agustus 2019

Massa SMB Ternyata Juga Sempat Mengancam dan Menembaki Mobil Anggota Kepolisian


Senin, 15 Juli 2019 | 12:29:10 WIB


Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS
Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS / Metrojambi.com

JAMBI - Tidak hanya menganiaya tim terpadu dari TRC Damkar dan karyawan PT WKS, serta Satgas Karhutla Jambi, massa dari Serikat Mandiri Batanghari (SMB) juga sempat mengancam anggota kepolisian yang berada di kejadian.

Hal ini disampaikan Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS saat dikonfirmasi wartawan terkait hasil pengecekan ke lokasi penyerangan massa SMB di Distrik VIII, Sabtu (13/7/2019) lalu.

"Anggota Polri juga diancam pakai senjata," ujar Muchlis saat dikonfirmasi wartawan, Senin (15/7/2019).

Tidak hanya itu, mobil anggota polisi juga sempat ditembaki menggunakan senjata api rakitan jenis kecepek. "Mobil anggota kita juga dibedil (ditembak, red) pakai senjata rakitan," ungkap Muchlis.

Lebih lanjut Muchlis mengatakan, saat ini personel gabungan TNI-Polri masih berjaga di lokasi kejadian. Disebutkannya, personel yang dikerahkan terdiri dari 100 prajurit TNI dan 230 anggota kepolisian.

"Terkait kejadian ini kita masih melakukan penyelidikan. Mengumpulkan bukti-bukti, serta keterangan saksi maupun korban," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kelompok SMB yang dipimpin Muslim kembali membuat ulah. Sebelumnya, kelompok SMB bentrok dengan pemilik IUP HTR di Desa Belanti Jaya, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari Jambi dan menganiaya kepala desa.

Kali ini justru menyasar terhadap Satgas Terpadu Karhutla yang baru memadamkan kebakaran lahan di area yang dibakar kelompok SMB.

Satgas Karhutla Terpadu yang terdiri dari gabungan TRC Damkar PT. WKS, Personel Polri, Babinsa dan Tim Satgas monitoring Karhutla Korem 042/Gapu, pada hari Jumat tanggal 12 Juli 2019 memadamkan kebakaran seluas kurang lebih 10 hektare di dua lokasi yang diindikasikan sengaja dibakar oleh kelompok SMB.

Beberapa orang dari kelompok SMB berusaha mencegah pemadaman tersebut. Pemadaman tersebut dilakukan karena dikhawatirkan dapat meluas ke daerah lain, dan menjadi bencana kebakaran hutan dan lahan.

Pada hari Sabtu, tanggal 13 Juli 2019 sekita 60 orang dari kelompok SMB dipimpin Muslim merangsek masuk ke Distrik VIII untuk mencari tim pemadam yang memadamkan api. Pada saat kedatangan kelompok SMB, anggota Satgas monitoring Karhutla Korem dan anggota Polri melihat adanya kemungkinan kelompok tersebut akan melakukan pembakaran lahan lagi, karena membawa senjata rakitan dan senjata tajam dan alat-alat lainnya.

Tim kemudian berusaha melakukan komunikasi untuk mencegah dan mengimbau kelompok tersebut dan bahwa pembakaran dapat berdampak luas. Namun kelompok SMB tersebut marah dan melakukan pemukulan terhadap TRC Damkar dan karyawan PT. WKS yang ada di lokasi.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments