Senin, 21 Oktober 2019

Sensus Penduduk 2020, Ujian Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan


Rabu, 17 Juli 2019 | 13:40:36 WIB


/ istimewa

Oleh : Syaeful Muslih *)

TAHUN 2020 sudah didepan mata, tahun dimana ada hajatan besar dalam sejarah pembangunan di Indonesia. Bagaimana tidak, karena pada tahun 2020 akan dilaksanakan Sensus Penduduk (SP) 2020.

Kalau kita mendengar kata sensus, ingatan kita pasti langsung tertuju kepada data kependudukan. Memang benar sekali, sensus penduduk dilakukan untuk memutakhirkan data kependudukan seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.

Sensus penduduk 2020, merupakan sensus penduduk yang ke-7 setelah masa kemerdekaan yang dilaksanakan dalam periode sepuluh tahun sekali.

Sensus Penduduk 2020 dengan Metode Kombinasi

Selama ini, Badan Pusat Statisik (BPS) mengumpulkan data Sensus Penduduk dengan cara manual (door to door). Biasanya petugas sensus yang mendatangi rumah-rumah warga dan menanyakan data kependudukan warganya kemudian diisikan kedalam kertas kuesioner.

Selain itu, data jumlah penduduk yang dihasilkan akan berbeda dari data registrasi penduduk yang dikumpulkan Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil (Disdukcapil), BKKBN, dan lembaga lainnya karena metode pengumpulan data, waktu, dan konsep penduduknya berbeda. Konsep penduduk dalam sensus penduduk adalah de jure (konsep “seseorang biasanya menetap/bertempat tinggal”) dan de facto (konsep “seseorang berada pada saat pencacahan”).

Pergeseran kehidupan yang semakin melek teknologi, ledakan informasi di era Revolusi Industri 4.0, penduduk bergerak semakin cepat dan dinamis, infrastruktur telekomunikasi membaik, kemajuan teknologi informasi yang pesat, dan meningkatnya kualitas data registrasi. Hal tersebut melandasi adanya inovasi dalam pelaksanaan Sensus Penduduk kali ke-7 ini.

SP2020 dilaksanakan untuk menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk menuju Satu Data Kependudukan Indonesia. SP2020 harus diimplementasikan juga untuk mewujudkan Register Based Census (data registrasi penduduk yang berdasarkan sensus) sesuai rekomendasi PBB, sampling frame Survei Sosial Ekonomi BPS, data parameter demografi (fertilitas, mortalitas, dan migrasi), serta karakteristik penduduk lainnya untuk keperluan proyeksi penduduk, indikator SDGs, dan sebagai perencanaan dan evaluasi pembangunan.

Oleh karena itu, SP2020 kali ini menggunakan Metode Kombinasi yang memadukan penggunaan data registrasi penduduk yang dikumpulkan Disdukcapil dan lapangan dengan tujuan mewujudkan Satu Data Kependudukan Indonesia.

Sensus Mandiri atau Online

Pada tahap pertama, penduduk diberikan kesempatan untuk mengisi sendiri kuesioner sensus lewat alamat web: https//sensus.bps.go.id, teknik pengisian ini disebut Computer Aided Web Interviewing (CAWI). Metode ini menggunakan basis data registrasi Disdukcapil. Pengisian data secara mandiri ini disebut Sensus Mandiri.

Di dalam web sensus, Anda akan diminta memasukkan NIK dan nomor KK, lalu muncul daftar anggota rumah tangga, perbarui data untuk seluruh anggota rumah tangga dan kondisi tempat tinggal Anda.

Dari pendataan lewat CAWI tersebut, didapatkan Daftar Penduduk yang akan dicetak dan dikonfirmasi kebenarannya kepada ketua/pengurus RT. Untuk penduduk yang seluruh anggota rumah tangganya belum mengisi CAWI, ataupun yang baru terisi sebagian, maka akan dilakukan pengecekan lapangan (ground check) oleh petugas sensus. Mereka akan didata secara door to door dengan menggunakan Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) atau Pen and Paper Interviewing (PAPI).

Dalam metode CAPI, petugas akan menanyakan isian sensus dan mengisikannya pada aplikasi android di smartphone-nya. Untuk daerah yang sulit jaringan internet, akan dilakukan pencacahan dengan cara manual menggunakan kuesioner, metode ini disebut Pen and Paper Interviewing (PAPI).

Partisipasi Masyarakat

SP 2020 tidak akan berhasil dan berjalan lancar kalau tidak ada partisipasi atau keterlibatan dari masyarakat. Kegiatan ini membutuhkan dukungan masyarakat baik sebagai responden maupun sebagai penyebar informasi terkait Sensus Penduduk 2020 kepada masyarakat lainnya.

Sebagai responden, masyarakat dituntut untuk mempunyai kesadaran dan bersedia dengan sukarela mengisi kuesioner secara mandiri atau online. Dan tentunya kejujuran responden terkait data yang diisikan juga menentukan kualitas data kependudukan yang dihasilkan dalam Sensus Penduduk ini.

Khusus untuk Sensus Penduduk Mandiri atau Online memang dibutuhkan akses internet untuk melakukannya, dan tentunya diperlukan fasilitas elektronik seperti komputer, laptop, HP, tablet, dan lainnya untuk bisa mengisi secara mandiri data kependudukannya.

Memang ini bukan hal mudah, namun juga tidak bisa dikatakan sebagai sesuatu hal yang tidak mungkin dilakukan di Provinsi Jambi. Berkaca dari data yang ada, hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2018 menunjukan bahwa 64,29 persen penduduk Provinsi Jambi yang berumur 5 tahun keatas memiliki telepon seluler atau HP. Begitu juga untuk penggunaan komputer sudah mencapai angka 17,59 persen, atau bisa dikatakan 17 dari 100 orang penduduk Provinsi Jambi sudah bisa menggunakan komputer atau setidaknya mempunyai akses untuk menggunakan komputer.

Masih dari hasil survei yang sama, penduduk yang berumur 5 tahun keatas yang mengakses internet termasuk didalamnya seperti facebook, instagram, twitter, BBM, ataupun Whatsapp telah mencapai 35,82 persen.bahkan kalau kita rinci lagi, penduduk Provinsi Jambi yang berusia dewasa (17 tahun ke atas) yang mengakses internet telah mencapai 37,54 persen.

Berikutnya, hal yang bisa dilakukan masyarakat dalam kegiatatan SP2020 adalah menyebarluaskan atau mensosialisasikan informasi terkait SP2020 kepada masyarakat lain di lingkungan kerja, komunitas, maupun tempat tinggalnya. Bahkan mengajak masyarakat lainnya untuk mengisi data kependudukan secara mandiri atau online.

Ujian Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan

Mungkin pertaanyaan yang akan muncul dibenak masyarakat ketika harus sensus mandiri online menyatakan apa keuntungan yang didapat masyarakat, apakah dapat bantuan, hadiah, souvener, atau bahkan dapat pulsa atau kuota internet.

Pertanyaan seperti itu merupakan hal wajar dilontarkan masyarakat dan bisa dipahami. Memang SP2020 tidak memberikan imbalan apa-apa secara langsung kepada masyarakat yang mengisi data secara sensus mandiri atau online, begitu juga ketika petugas sensus datang ke rumah-rumah, itupun tidak akan memberikan apa-apa.

Disinilah sebenarnya peran yang bisa dilakukan dalam mengisi pembangunan, atau bisa dikatakan ini pengorbanan masyarakat dalam perjuangan mengisi kemerdekaan di era modern sekarang ini.

Ada kata-kata yang sangat terkenal diucapkan oleh John F. Kennedy, “Jangan Tanyakan Apa yang Negara Berikan Kepadamu, Tapi Tanyakan Apa yang Kamu Berikan Kepada Negaramu”. Kalimat tersebut bisa diartikan tanggung jawab kita sebagai warga negara yang baik. Salah satu bentuk tanggung jawab kita ialah dengan memberikan dan mengisi data kependudukan yang jujur dalam sensus penduduk 2020 secara mandiri atau online.

Dengan mengisi data secara mandiri berarti kita melaksanakan tanggung jawab kita. Dengan begitu kita turut serta dalam upaya membangun negara kita sendiri.

Karena itu mari kita mensukseskan Sensus Penduduk 2020, Anda Tercatat Data Akurat.

Penulis adalah statistisi BPS Provinsi Jambi


Penulis: Syaeful Muslih
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments