Sabtu, 24 Agustus 2019

PPDB SMA Adhyaksa 1 Jambi Turun 65 Persen Dibanding Tahun Lalu


Kamis, 18 Juli 2019 | 10:30:45 WIB


Kepala SMA Adhyaksa I Jambi Juhaldi
Kepala SMA Adhyaksa I Jambi Juhaldi / istimewa

JAMBI- Penerimaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2019/ 2020 Sekolah Menengah Atas (SMA) Adhyaksa I Jambi mengalami penurunan secara drastis dibanding penerimaan tahun- tahun sebelumnya, bahkan sekolah mengalami penurunan siswa baru hingga 65 persen.

" Tahun ini jumlah siswa baru SMA Adhyaksa I Jambi merosot sekali," ungkap Kepala SMA Adhyaksa I Jambi Juhaldi, Kamis (18/7). Padahal kata dirinya, sebelumnya jumlah siswa yang diterima mencapai target kuota yang dibutuhkan sekolah, namun tahun ini kuota sekolah tidak terpenuhi.

Dan sekolah telah menyiapkan sebanyak 6 Rombongan belajar untuk siswa Kelas X atau sekitar 216 orang, namun sekolah hanya mendapat 2 Rombongan belajar (Rombel). " Tahun lalu siswa baru 176 orang, tahun ini hanya mendapat 2 Rombel atau 58 orang," sebutnya.

Tambah Juhaldi, padahal sekolah telah melakukan upaya maksimal sebelumnya dengan melakukan sosialisasi ke SMP- SMP sederajat, memberikan brosur, memasang spanduk dan iklan dimedia cetak dan online, namun fakta dilapangan peminat sekolah yang berada di kawasan Jalan Jenderal Urip Sumoharjo Bo. 33 Sungai Putri Telanaipura ini menurun karena sepi.

" Sehingga kita terus buka pendaftaran hingga akhir Agustus nanti," paparnya. Menurutnya, hal ini karena hingga saat ini sekolah negeri masih memberikan kesempatan siswa baru diterima padahal tahapan PPDB sekolah negeri telah berakhir 6 Juli kemarin dan siswa yang sebelumnya tidak diterima saat ini diterima karena orangtua siswa menempuh jalur belakang agar anaknya bersekolah di sekolah tujuan.

" Sehingga sekolah membuka kelas baru atau kelas siluman," imbuhnya.

Dirinya berharap kepada pemerintah terutama Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi untuk menata dan menjalankan kembali aturan PPDB agar Lebih baik, dan menindak tegas sekolah negeri yang menyalahi aturan penerimaan murid baru. " Kalau dibiarkan, sekolah swasta bisa tutup semua," tandasnya.


Penulis: Jainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments