Sabtu, 24 Agustus 2019

Giliran 18 Anggota SMB Ditetapkan Sebagai Tersangka, 2 Diantaranya SAD


Minggu, 21 Juli 2019 | 11:24:09 WIB


18 anggota kelompok SMB pimpina Muslim kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jambi
18 anggota kelompok SMB pimpina Muslim kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jambi / Metrojambi.com

JAMBI - Pihak kepolisian Sabtu (20/7/2019) kemarin kembali menangkap 18 orang anggota kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) pimpinan Muslim, yang pada 13 Juli lalu melakukan penghadangan, penganiyaan, pengrusakan serta pencurian terhadap tim Satgas Karhutla Jambi yang sedang bertugas di kawasan hutan Distrik VIII PT. Wirakarya Sakti (WKS), Kabupaten Tanjung Jabung Barat, (Tanjabbar).

Sebelumnya, 45 orang juga telah ditangkap Polda Jambi dan Korem 042/Gapu, termasuk Muslim dan istrinya. Setelah dilakukan pemeriksaan, 41 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Muslim dan istrinya. Sementara itu 4 lainnya masih berstatus saksi.

Direktur Reskrimum Polda Jambi Kombes Pol M Edi Faryadi mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan intensif, 18 orang yang ditangkap belakangan juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan dua laporan polisi, masing-masing di Polda Jambi dan Polres Batanghari," ujar Edi, Minggu (21/7/2019).

"Terhadap tersangka telah dilakukan penahanan," kata Edi menambahkan.

Dari 18 orang kelompok SMB tersebut, 2 diantaranya merupakan Suku Anak Dalam (SAD). Para tersangka dijerat dengan pasal 170 KHUPidana, pasal 363 KHUPidana, dan Undang-Undang Darurat Nomor 2 Tahun 1951.

Berikut nama-nama tersangka berdasarkan laporan di Polda Jambi:

1. Yohanes Paham Ginting

2. Umar Dani

3. Wahid Muslimin

4. Rudi Sutiono

5. Juliansen Sipayung

6. Prawoto Als TO

7. Yanto Bin Sukino

8. Usman Elpi

9. Dedi

10. Untung (SAD)

11. Yandang (SAD) 

 

Berikut nama-nama tersangka berdasarkan laporan di Polres Batanghari:

1. Dadang Sudrajat

2. Slamet Rusyanto

3. Renson Purba

4. Triyono

5. Gatot Santoso

6. Arif Syaifudin

7. Slamet Heryanto


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments