Sabtu, 24 Agustus 2019

Dimuliakan Anggota SMB, Muslim Dipanggil Yang Mulia, Istrinya Dipanggil Bunda Ratu


Minggu, 21 Juli 2019 | 15:42:26 WIB


Pimpinan SMB, Muslim, bersama istrinya, Deli Fitri
Pimpinan SMB, Muslim, bersama istrinya, Deli Fitri / Istimewa

JAMBI - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrkmum) Polda Jambi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Muslim selaku pimpinan Serikat Mandiri Batanghari (SMB) dan anggota kelompoknya yang berhasil ditangkap.

Sebelumnya, Muslim dan puluhan anggota kelompoknya telah ditetapkan sebagai tersangka penganiyaan, pengrusakan serta pencurian terhadap tim Satgas Karhutla Jambi yang sedang bertugas di kawasan hutan Distrik VIII PT. Wirakarya Sakti (WKS), Kabupaten Tanjung Jabung Barat, (Tanjabbar) yang terjadi pada 13 Juli lalu.

Dari hasil pemeriksaan terungkap jika Muslim sangat dihormati oleh anggota kelompok SMB. Bahkan oleh pengikutnya Muslim dipanggil "Yang Mulia". Sementara itu Deli Fitri yang merupakan istri Muslim, dipanggil "Bunda Ratu".

"Muslim ini dipanggil Yang Mulia oleh anggotanya, sedangkan istrinyanya dipanggil Bunda Ratu," ungkap Direktur Reskrimum Polda Jambi Kombes Pol M Edi Faryadi saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (21/7/2019).

Lebih lanjut Edi mengungkapkan, selain sebagai pemimpin, Muslim juga berperan sebagai orang yang mengorganisir aktivitas kelompol SMB. Sedangkan sang istri berperan sebagai sekretaris dan bendahara SMB.

Edi juga meragukan jika SMB merupakan kelompok tani. Pasalnya, saat dilakukan penangkapan pihak kepolisian tidak menemukan barang bukti yang merupakan peralatan pertanian.

Bahkan Edi mendua jika SMB merupakan kelompok krimimal bersenjata (KKB). Ini berdasarkan barang bukti yang diamankan dari penangkapan kelompok SMB pimpinan Muslim.

"Tidak ada ditemukan alat tani. Yang ada cuma senjata api rakitan, parang, samurai, bahkan bambu runcing," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Jambi telah menetapkan 59 orang tersangka dari kelompok SMB, termasuk Muslim dan istrinya. Mereka dijerat dengan pasal 170 KHUPidana, pasal 363 KHUPidana, dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments