Rabu, 16 Oktober 2019

Bupati Sarolangun Minta Sawah Tidak Dialihfungsikan


Minggu, 21 Juli 2019 | 21:17:37 WIB


Bupati Sarolangun Cek Endra
Bupati Sarolangun Cek Endra / dok.metrojambi.com

SAROLANGUN - Para petani sawah di Kabupaten Sarolangun diminta tetap semangat dalam menggarap lahan mereka. Terlebih, sebentar lagi Bendungan Irigasi Batangasai dan Dam Kutur akan segera difungsikan, sehingga produksi padi di Sarolangun makin meningkat.

Dengan kecukupan ketersediaan air untuk persawahan ini, ke depannya Bupati Sarolangun H Cek Endra meminta petani tidak mudah mengalih fungsikan lahan pertanian sawah.

Menurutnya, kini petani bisa meningkatkan produksi petani sawah, yang hanya satu kali panen setahun kini bisa menjadi dua kali, atau yang dua kali bisa menjadi tiga kali setahun. Tentu hal itu dengan dukungan teknologi serta ketersediaan air untuk mengaliri sawah.

Selain itu, ia juga berharap, agar pembangunan bendungan Batang Asai dapat segera selesai dilaksanakan dan berfungsi untuk kepentingan masyarakat petani di Sarolangun, ditambah dengan jaringan irigasi dari bendungan Dam Kutur.

“Makanya ke depan apabila Dam Batang Asai ini selesai itu akan menambah lebih kurang 6.000 hektare sawah baru, termasuk juga jaringan yang sudah dekat mau dibuka bendungan Dam Kutur bisa mengalir sawah baru 2.000 hektare, Insya Allah jika sudah berfungsi dengan ada tambahan irigasi akan bisa menambah produksi kita, maka bisa swasembada Sarolangun,” beber Cek Endra.

Untuk mencapai ini, pemerintah mendorong agar para petani bisa meningkatkan produksi dengan bantuan dari pemerintah baik itu benih, alat pertanian dan obat-obatan dan didampingi oleh penyuluh pertanian.

“Paling tidak harus bisa 12 ribu hektare tertanam, baru bisa memenuhi kebutuhan beras kita. Tapi kebutuhan kita kan makin lama makin meningkat, maka saya imbau kepada masyarakat agar tidak mengalih fungsikan seperti menjadi menanam sawit, padahal potensi airnya bagus kan rugi,” kata bupati lagi.

Dijelaskannya, dengan hamparan sawah yang dikelola dengan teknik yang benar, satu hektare saja bisa menghasilkan 7,6 ton gabah kering yang kemudian diolah bisa menjadi 4 ton Beras.

“Sudah lumayan bagus, dan ini bisa dua kali panen setahun. Tapi Sarolangun secara keseluruhan belum swasembada, baru 50 persen terpenuhi dari tanaman sendiri, yang lainnya masih mendatangkan beras dari luar,” katanya.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments