Rabu, 18 September 2019

Grasi 3 Terpidana Mati Pembunuhan SAD Belum Turun


Minggu, 21 Juli 2019 | 21:32:45 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Tiga terpidana mati kasus pembunuhan dan pencurian disertai pemerkosaan terhadap warga Suku Anak Dalam (SAD) tahun 2000 lalu, hingga saat ini belum dieksekusi oleh pihak Kejaksaan.

Ketiga terpidana mati itu yakni, Syofian bin Azwar, Harun bin Ajis, dan Sargawi bin Sanusi, yang  kini menjalani masa tahanannya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusa Kambangan di Jawa Tengah.

Kepala Kejaksaan (Kajati) Jambi, Andi Nurdwinah megatakan, jika pihaknya belum mendapat informasi terbaru terkait dengan ketiganya terpidana mati asal Kabupaten Merangin ini.  

"Belum ada informasi lagi, masih di Lapas Nusa Kambangan," katanya, Minggu (21/7/2019).

Kajati juga mengaku belum mengetahui tentang perkembangan permohonan grasi yang diajukan terpidana ke presiden. Namun kata dia, jika sudah turun, pasti ada informasinya.  "Mungkin belum turun, kalau sudah pasti kita pasti dapat informasi," tandasnya.

Untuk diketahui, kasus pembunuhan sadis itu terjadi pada Sabtu (29/9) tahun 2000 lalu sekitar pukul 19.30 WIB di daerah Ulu Sungai Kunyit, Dusun Petekun, Desa Baru Nalo, Kecamatan Batang Masumai, Kecamatan Bangko.

Kejadian itu bermula ketika Harun, bersama dengan Sargawi dan Syofial, melakukan pencurian di sebuah rumah di daerah Ulu Sungai Kunyit, Dusun Petekun, Desa Baru. Awalnya ketiganya berniat melakukan pencurian. Namun ternyata mereka juga memperkosa Arrau sebelum membunuhnya.

Tidak hanya Arrau, 6 orang lainnya yang juga tinggal di rumah itu juga dibunuh. Mereka adalah Tampung Majang, Bungo Perak, Rampat Bebat, Pengendum, Nyabung, dan Bungo Padi. Ketujuh ini dihabisi dengan menggunakan sebilah parang dan dipukuli dengan batang kayu.

Atas perbuatannya, ketiga terpidana itu divonis mati oleh Pengadilan Negeri Bangko pada November 2001. Putusan itu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Jambi pada tahun 2002 dan MA, serta mengajukan kasasi namun ditolak. Terakhir mereka mengajukan grasi ke presiden.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments