Minggu, 15 Desember 2019

Prediksi Peluang Anggota DPR RI Maju di Pilgub Jambi


Senin, 22 Juli 2019 | 11:40:53 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Pesta demokrasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi akan digelar pada 2020 mendatang diprediksi akan semakin seru.  Belum lama ini sejumlah bakal calon (Balon) kontestan yang digadang-gadangkan akan maju mulai melakukan manuver-manuver dan hangat dipertimbangkan di tengah masyarakat. 

Berbagai gelaran dijadikan ajang berkedok silaturahmi, mulai dari Forum Jambi Barat yang digelar di RCC, pertandingan persahabatan antar kepala daerah di Bungo, dan saling bertandangnya tokoh Jambi satu sama lain.

Pada Halal Bihalal Forum Jambi Wilayah Barat beberapa waktu yang lalu hanya dihadiri oleh Gubernur Jambi Fachrori Umar, Walikota Sungai Penuh Asafri Jaya Bakri (AJB), Wakil Bupati Kerinci Ami Taher dan Presiden Himpunan Keluarga Kerinci (HKK) Indonesia di Jambi.

Namun sejumlah bupati wilayah barat, seperti Bupati Kerinci Adirozal, Bupati Merangin Al Haris, serta Bupati Bungo Mashuri, tidak hadir pada acara ini. Karena sejumlah bupati hadir di acara yang digelar di Bungo.

Acara yang digelar di dua tempat ini dikait-kaitkan dengan kontestasi Pilgub 2020. Apalagi sejumlah tokoh atau kepala daerah Jambi Barat masuk bursa calon di Pilgub 2020 mendatang.

Dengan adanya hal tersebut membuat pesta demokrasi yang akan digelar di Provinsi Jambi ini semakin hangat dan seru. Namun dari sejumlah nama di atas
ada yang luput dari perhatian publik yaitu potensi para politisi Senayan. Elit-elit politik yang berkiprah sebagai legislator di DPR maupun MPR RI, tidak bisa dipandang sebelah mata karena sebagian dari bahkan sudah duduk di Senayan lebih dari satu periode.

Pengamat politik Hadi Suprapto Rusli yang juga merupakan Mantan Ketua Umum HMI Badko Jambi ketika dikonfirmasi media, belum lama ini menyampaikan pandangannya.

"Ihsan Yunus berpeluang jika dari PDIP Safrial, Abdullah Sani atau Kapolda tidak maju, tetapi beliau harus memiliki elektabilitas yang memadai sedangkan Elviana agak sulit karena tidak punya partai, PPP sulit bagi Elviana", ujar Hadi.

Pria kelahiran Kerinci dan juga Peneliti Lembaga Indo Barometer ini menambahkan bahwa SAH dan H. Bakri, lebih memiliki potensi karena selain memiliki jabatan publik, mereka juga Ketua Umum Partai di tingkat Provinsi.

"SAH dan H. Bakri akan lebih mudah untuk peluang menjadi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur karena keduanya adalah ketua umum partai dan juga punya jabatan publik sebagai anggota DPR RI, tentu memiliki basis massa", sebut Hadi. Untuk diketahui bahwa berdasarkan hasil pileg lalu Gerindra dan PAN sama-sama berhasil memperoleh 7 kursi. Sementara syarat minimum untuk mengusung Cagub dan Cawagub adalah 11 kursi.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments