Senin, 26 Agustus 2019

Kejati Jambi Rilis 13 Nama DPO, Perkara Pidum dan Pidsus


Senin, 22 Juli 2019 | 17:01:35 WIB


Kajati Jambi Andi Nurwinah saat memberikan keterangan pers
Kajati Jambi Andi Nurwinah saat memberikan keterangan pers / Metrojambi.com

JAMBI - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi dan jajaran merilis 13 nama-nama Daftar Pencarian Orang (DPO) yang saat ini masih berkeliaran di luar. Lima diantaranya, DPO Kejati Jambi.

Empat lainnya DPO Kejari Muaro Jambi, Satu Kejari Tanjung Jabung Timur, Dua Kejari Sarolangun, dan Satu Kejari Sungai Penuh.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi, Andi Nurwinah, mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih melakukan pencarian terhadap nama-nama DPO. Dia juga meminta juga meminta kerja sama semua pihak, untuk memberikan informasi  jika mengetahui keberadaannya.

"Kami perlu bantuan masyarakat juga, jika mengetahui keberadaan DPO segera laporkan agar cepat kami eksekusi," ujar Nurwinah dalam prease realesenya, Minggu (21/7/2019).

Dari rilis yang diterima, dari 13 DPO dua PNS yakni YAhya PNS Muaro Bungo yang tersangkut perkara penipuan, menjanjikan korban bisa menjadi PNS di Musirawas dengan biaya pengurusan sebesar Rp160 juta.

Lalu ada nama Mawardi, PNS Kota Jambi yang bertugas di KPU Kota Jambi pada 2013. Mawardi dinyatakan bersalah korupsi uang kegiatan pemeriksaan dan kampanye oleh akuntan publik senili Rp346 juta dan pemeriksaan kesehatan pasangan calon walikota dan wakil walikota Jambi senilai Rp98 juta.

Ada juga nama Drs Joni Rusman, pensiunan PNS, mantan Kepada Dinas Budparpora Sarolangun. Dengan perkara tindak pidana korupsi pengelolaan anggaran kegiatan dan program Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sarolangun TA 2011.

Lalu mantan DPRD Kerinci Priode 1999-2004 atas nama Yusuf Sagoro dalam perkara tindak pidana korupsi pengelolaan tambahan dana tunjangan kesejahteraan sebesar Rp35 juta lebih.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments