Sabtu, 24 Oktober 2020

Ratusan Botol Miras Disita, Di Sungai Penuh Tanpa Perda Mengatur, Miras Bebas Beredar


Selasa, 23 Juli 2019 | 08:50:02 WIB


Minuman keras yang diamankan petugas
Minuman keras yang diamankan petugas / Dedi

SUNGAIPENUH - Polres Kerinci belum lama ini berhasil mengamankan ratusan botol minuman keras (Miras) selama menggelar operasi Siginjai 2019, dengan sasaran penyakit masyarakat. 

Ratusan botol minuman beralkohol tersebut disita dari sejumlah toko di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Mirisnya, di Kota Sungai Penuh miras bebas beredar, sementara tanpa ada aturan yang mengatur.

Hal ini terungkap saat Polres Kerinci menggelar pers rilis hasil operasi Siginjai 2019. Tercatat sebanyak 11 kasus miras, dengan jumlah 50 kardus miras dengan isi 20 botol berhasil disita, serta 200 botol di tempat terpisah, kemudian minuman jenis tuak.

“Miras-miras tersebut disita dari wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, dari sejumlah toko. Sementara tuak langsung kita musnahkan di tempat,” ungkap Kapolres Kerinci, AKBP Dwi Mulyanto, SIK, SH.

Sementara itu, Kabag Ops, Kompol Yudha, menambahkan bahwa paling banyak miras diamankan dari sejumlah toko di Kota Sungaipenuh. Sebagian miras-miras tersebut disita lantaran izin wilayah jual miras yang tidak tepat.

“Di Kabupaten Kerinci ada peraturan daerah (perda) yang memang melarang miras dijual. Sementara di Kota Sungai Penuh, kita belum mendapat dan belum menemukan perdanya,”   ungkap Kabag Ops Polres Kerinci, Kompol Yudha.

Dengan tidak adanya perda yang mengatur mengenai penjualan miras, lanjut dia, maka minuman beralkohol bebas beredar dan dijual di Kota Sungai Penuh. Sementara aparat tidak bisa bertindak tegas, karena memang tidak ada unsur pelanggaran aturan terhadap penjual miras di dalam daerah.

“Yang kita tangkap ini, kasusnya salah wilayah jual. Mereka punya izin menjual miras di wilayah Sumatera Barat, namun malah dijual di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, makanya kita sita miras ini,” ungkapnya.

Menurut dia, seharusnya pemerintah daerah membuat perda tentang perdagangan miras, sehingga jelas aturannya miras jenis apa dan dengan kadar alkohol berapa persen yang boleh dijual di wilayah Kota Sungai Penuh. 

“Jika perdanya ada dan sinkron dengan peraturan pusat, maka nanti bisa diawasi dan diambil tindakan bagi yang melanggar dan tidak mengantongi izin. Atau perda yang memang melarang miras dijual di Kota Sungai Penuh, seperti di Kabupaten Kerinci, itu memang ada Perdanya. Tapi sekarang di Kota Sungai Penuh perdanya belum ada kita temukan,” terangnya. 

Hingga berita ini dipublis, pihak terkait di lingkup Pemkot Sungai Penuh yang menangani peraturan daerah belum berhasil dikonfirmasi. Namun, sejauh ini Pemkot Sungai Penuh juga sering melakukan razia penyakit masyarakat khususnya minuman keras. 

Selain itu, beberapa tahun lalu walikota juga sudah mencanangkan gerakan untuk memerangi penyakit masyarakat.


Penulis: Dedi
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments