Sabtu, 22 Februari 2020

Gara-gara Volume Musik, Warga Tanjabbar Tewas Dikeroyok


Jumat, 02 Agustus 2019 | 13:42:31 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

KUALATUNGKAL - Musliadi alias Mus (30), warga RT 05 Dusun I, Desa Kampung Baru Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), harus merenggang nyawa karena dikeroyok.

Pengeroyokan itu terjadi di Jalan Camp Agro, RT 13 Dusun Kampung Baru, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjabbar, Kamis (1/8/2019) malam.

Informasi yang diperoleh media ini, kejadian berawal pada Senin (29/7/2019) malam, saat korban minum tuak di warung milik ES, sambil menghidupkan musik dengan volume keras.

Tidak lama kemudian datang warga berinisial TS, menemui ES selaku pemilik warung. Daat itu, TS meminta agar suara musik dikecilkan karena anaknya kurang sehat.

ES pun kemudian mengecilkan volume musik, dan TS pulang ke rumah. Namun oleh korban yang saat itu masih minum tuak, volume musik kembali dikeraskan.

ES sempat menegur korban, karena sebelumnya ada warga yang protes. Oleh ES, volume musik kembali dikecilkan. Namun lagi-lagi koban membesarkannya.

Tidak kama kemudian, korban yang kesal keluar dari warung langsung menuju rumah TS, yang sebelumnya meminta agar volume musik di warung ES dikecilkan. Sempat terjadi keributan antara korban dan TS, namun dilerai oleh warga. Korban kemudian kembali ke warung tuak ES.

Kemudian pada tanggal 30 Juli sekira Pukul 07.30 WIB, keluarga TS menemui ketua RT setempat untuk meminta solusi penyelesaian masalah. Selanjutnya sekira 20.00 WIB, ketua RT menemui korban dan mengatakan akan mempertemukannya dengan TS untuk dilakukan mediasi.

Lalu hari Kamis tanggal 1 Agustus sekira Pukul 19.00 WIB, korban dan TS dipertemukan di rumah ketua RT. Saat itu, juga hadir kepala dusun (Kadus) serta keluarga TS dan warga sekitar.

Pada saat proses mediasi sedang berjalan, korban mengatakan ”Saya pening, saya pening, saya salah, saya salah”. Kemudian korban menyalami TS dan keluar rumah.

Warga mencoba menenangkan korban agar tetap berada di dalam rumah untuk menuntaskan mediasi, namun korban tetap keluar. Kemudian korban didatangi oleh Kadus dan meminta untuk tenang. Namun korban berontak dan menolak untuk melanjutkan mediasi. Ia kemudian berjalan menuju ke depan warung tuak.

Pada saat itu sekitar pukul 19. 30 WIB, di sekitar rumah ketua RT dan di sekitar warung tuak sudah ramai massa. Massa yang merasa tidak senang dengan perbuatan korban kemudian melakukan pemukulan da pengeroyokan.

Akibat pengeroyokan tersebut mengakibatkan korban mengalami luka luka dibagian kepala. Korban pun meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kapolres Tanjabbar AKBP ADG Sinaga, melalui Kasat Reskrim Polres Tanjabbar Iptu Dian Pornomo saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Kasus tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujar Dian.


Penulis: Solihin
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments