Rabu, 22 Januari 2020

Diancam akan Dibunuh, Gadis Remaja di Tanjabtim Dicabuli Ayah Tiri Hingga Hamil


Jumat, 02 Agustus 2019 | 23:54:58 WIB


Kapolres Tanjabtim AKBP Agus Desri Sandi saat memberikan keterangan pers terkait penangkapan pelaku pencabulan terhadap anak tiri
Kapolres Tanjabtim AKBP Agus Desri Sandi saat memberikan keterangan pers terkait penangkapan pelaku pencabulan terhadap anak tiri / Metrojambi.com

MUARASABAK - Nasib malang dialami seorang gadis remaja berinisial NA (13), warga Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). NA saat ini diketahui tengah hamil, akibat perbuatan bejat MU (41), yang tidak lain adalah ayah tirinya.

Akibat perbuatannya itu, MU harus berurusan dengan pihak kepolisian. Saat ini ia mendekam di sel tahanan Polres Tanjabtim setelah terlebih dahulu dilakukan penangkapan.

Kapolres Tanjabtim AKBP Agus Desri Sandi mengatakan, sejak Februari 2019 lalu pelaku sudah lima kali mencabuli korban. Dikatakan Agus, MU melakukan aksi bejatnya di rumah, saat sang istri pergi bekerja.

Agus juga menerangkan jika korban dan ibunya tinggal serumah dengan pelaku. Di rumah itu juga tinggal orang tua, kakak, dan anak kandung pelaku.

"Pada siang hari rumah tersebut kosong, karena seluruh penghuni rumah bekerja dan pulang sore hari. Kesempatan tersebut dimanfaatkan pelaku melancarkan aksinya, dengan melakukan pengancaman terlebih dahulu, yaitu ancaman akan dibunuh jika tidak menuruti kehendak pelaku," beber Agus kepada wartawan, Jumat (2/8/2018).

Ditambahkan Agus, kasus ini terungkap setelah sang ibu mengetahui kehamilan korban. Tidak terima dengan perbuatan pelaku, ibu korban lantas melapor ke Polres Tanjabtim. Menindaklanjuti laporan tersebut, kata Agus, pihaknya melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Terkait kasus ini, Agus mengatakan pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa buah baju kaos pendek warna merah, celana pendek putih garis-garis hitam, celana dalam warna orange, bra warna pink, dan tespeck.

Lebih lanjut Agus mengatakan, pihaknya menjerat pelaku dengan pasal 76 D dan juga pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pengganti Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Untuk ancaman hukuman paling lama 15 tahun dengan denda paling banyak 5 miliar," ujarnya.

Sementara itu, MU ketika diwawancarai awak media mengakui perbuatannya. Pelaku juga mengaku, bahwa sudah 5 kali menggauli anak tirinya tersebut.

"Saat melakukan hubungan itu, istri saya sedang pergi mengocek pinang," ujarnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments