Minggu, 8 Desember 2019

Penyidik Kejari Muaro Jambi Geledah Kantor Desa Kasang Lopak Alai


Senin, 05 Agustus 2019 | 20:58:14 WIB


Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Muaro Jambi saat menggeledah kantor Desa Kasang Lopak Alai, Senin (5/8/2019)
Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Muaro Jambi saat menggeledah kantor Desa Kasang Lopak Alai, Senin (5/8/2019) / metrojambi.com

SENGETI – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Muaro Jambi, Senin (5/8/2019) siang, menggeledah kantor Desa Kasang Lopak Alai, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi. Penggeledahan dilakukan terkait pengusutan kasus dugaan korupsi Dana Desa tahun 2016 dan 2017, dimana mantan Kepala Desa Kasang Lopak Alai, Marzuki, telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Dalam penggeledahan tersebut, penyidik Kejari Muaro Jambi didampingi aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Kumpeh Ulu, serta Camat Kumpeh Ulu. Penggeledahan sendiri berlangsung mulai sekira pukul 10.30 WIB.

Setiba di lokasi, tim langsung menggeledah ruangan Kepala Desa, yang sebelumnya dalam keadaan terkunci. Petugas langsung meminta Sekretaris Desa (Sekdes) untuk membuka pintu tersebut.

Beberapa berkas yang ada di lemari dan meja kerja kepala desa diperiksa. Berkas yang dianggap berkaitan dengan kasus korupsi Dana Desa diangkut dan dimasukkan ke dalam box.

Total ada tiga ruangan yang digeledah, termasuk ruang kerja Sekdes. Usai digeledah, ruangan kepala desa kembali digembok dan langsung dipasang garis merah bertuliskan Kejaksaan RI.

"Penggeledahan ini dilakukan terkait kasus dugaan korupsi dana desa yang diduga dilakukan mantan kades Kasang Lopak Alai," ungkap Kasi Intel Kejari Muaro Jambi Novan Harpanta usai penggeledahan.

Di lokasi sedikitnya ada dua boks berkas-berkas yang dianggap berkaitan dengan kasus ini diangkut Kejari. "Berkas yang diangkut ini berkaitan dengan oenggunaan dana desa tahun 2016 dan 2017," kata Novan.

Ditanyakan sampai kapan ruangan Kades disegel? Novan belum bisa memastikan. Namun ia memastikan tidak akan mempengaruhi kinerja pemerintah desa dalam melayani pelayanan publik.

"Yang jelas pelayanan di desa tetap berjalan normal," pungkasnya.


Penulis: Sudir Putra
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments