Kamis, 22 Agustus 2019

KPK Benarkan Hari Ini Sufardi Nurzain Diperiksa Sebagai Tersangka


Selasa, 06 Agustus 2019 | 13:26:37 WIB


Sufardi Nurzain
Sufardi Nurzain / dok/metrojambi

JAMBI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Selasa (6/8/2019), memanggil Wakil Ketua Fraksi Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi Sufardi Nurzain, terkait kasus suap pengesahan RAPBD.

Informasi yang diperoleh metrojambi.com, mantan ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jambi itu dipanggil dalam kapasitas sebagai tersangka. Sebelumnya, KPK juga telah melayangkan panggilan terhadap Sufardi, namun ia berhalangan hadir.

“Sudah hadir dari jam 09.30 WIB tadi. Diperiksa sebagai tersangka,” kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi Biro Humas KPK Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi Metrojambi.com.

Sufardi merupakan bagian dari 12 anggota DPRD Jambi yang ditetapkan menjadi tersangka sebagai buntut pengembangan kasus suap yang melibatkan mantan Gubernur Jambi Zumi Zola. Mereka menjadi tersangka karena diduga menerima duit terkait pengesahan APBD 2017-2018.

KPK menduga para anggota DPRD Jambi yang menjadi tersangka itu menerima Rp 400-700 juta per fraksi atau Rp 100-200 juta per orang. Uang itu diduga merupakan suap untuk memuluskan pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2017 senilai total Rp 12,9 miliar dan untuk RAPBD 2018 senilai Rp 3,4 miliar.

Selain 12 anggota DPRD, KPK menetapkan seorang pihak swasta bernama Joe Fandy Yoesman atau Asiang sebagai tersangka. Dia diduga memberi uang yang menjadi bagian dugaan suap ke para anggota DPRD.

Adapun 12 anggota dewan yang menjadi tersangka yakni Cornelis Buston, AR Syahbandar, Chumaidi Zaidi, Sufardi Nurzain, Cekman, Tadjudin Hasan, Parlagutan Nasution, Muhamadiyah, Zainal Abidin, Elhelwi, Gusrizal, dan Effendi Hatta.

Sebelumnya, penyidik KPK juga telah melakukan penahanan terhadap enam orang tersangka. Keenamnya adalah Zainal Abidin, Effendi Hatta, Muhamadiyah, Gusrizal, Elhelwi, dan Joe Fandy Yoesman alias Asiang.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments