Kamis, 12 Desember 2019

Wujudkan Sekolah Ramah Anak, SD 47 Kota Jambi Libatkan Orang Tua


Kamis, 08 Agustus 2019 | 22:32:37 WIB


/ metrojambi.com

JAMBI - Sekolah Ramah Anak (SRA) hanya bisa terwujud jika melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholders, red), termasuk orang tua siswa.

Posisi orang tua begitu penting, karena mereka ikut menentukan keberhasilan pendidikan anak-anaknya dan ikut berkontribusi dalam memajukan sekolah anaknya. Begitupun dengan upaya pemenuhan dan perlindungan anak di sekolah, mesti mengajak orang tua untuk berperan dan menjadi bagian dari penyelesaian masalah.

Itulah yang menjadi dasar SD Negeri 47 Kota Jambi, melaksanakan Sosialisasi Hak dan Perlindungan Anak bagi orang tua dan guru serta mengajak orang tua langsung mendukung program sekolah seperti melengkapi dan membantu pengerjaan fasilitas ruangan kelas.

"Para orangtua gotong royong mengecat, menanam, dan lainnya," ujar Ansori Kepala SD Negeri 47 Kota Jambi, Kamis (8/8/2019).

"Pelibatan orang tua dalam kerjasama dan gotong royong ini agar kami memiliki kesamaan persepsi tentang perlindungan anak. Jadi ketika orang tua diajak dalam program Sekolah Ramah Anak, akan lebih mudah," jelasnya.

“Saya sangat merespon kegiatan seperti ini apalagi melihat banyaknya tingkah laku anak didik yang mungkin kurang baik yang butuh penanganan banyak pihak," ujarnya.

Menariknya, bukan hanya dalam bekerja, orangtua juga melakukan kegiatan makan bersama atau santap siang dengan makanan nasi bungkus. "Tidak ada yang nasi kotak atau membedakan kelas sosialnya," sebutnya.

Menurutnya, orang tua akan menjadi bagian dari Sistem Penanganan Kasus Terpadu, yang disingkat SIPAKATAU. Ini merupakan sistem penanganan kasus yang partisipatif, dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan serta budaya daerah Jambi.

"Insya Allah, sepanjang ada komunikasi dan silaturrahim, setiap persoalan yang terjadi akan terselesaikan," katanya.

Selain itu, pada di penghujung acara sosialisasi ini, orang tua dan guru juga merumuskan tata tertib yang partisipatif, yang penegakannya memperhatikan hak-hak anak dan demi kepentingan terbaik anak. Bahkan anak-anak terlebih dahulu mendapat penjelasan tentang tata tertib ini.

Semangat tata tertib ini adalah menegakkan aturan tanpa penghukuman yang mempermalukan, merendahkan dan melukai harga diri anak. Tata tertib ini mengadopsi nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dianut oleh KHA maupun UU Perlindungan Anak, serta tujuan dan arah pendidikan yang diatur dalam regulasi perlindungan anak.

"Tata tertib ini akan mulai diberlakukan pada tahun ajaran baru ini," ujar Ansori.


Penulis: Jainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments