Selasa, 15 Oktober 2019

Giliran PPK dan Rekanan Pembangunan Auditorium UIN STS Jambi Diperiksa


Kamis, 08 Agustus 2019 | 21:45:55 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi terus mengintensifkan pemeriksaan saksi terkait pengusutan kasus dugaan korupsi pembangunan auditorium Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi.

Kali ini, ada tiga orang saksi yang diperiksa oleh penyidik Kejati Jambi. Informasi yang diperoleh, dua orang saksi yang diperiksa berinisial RS selaku rekanan, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial TO.

Selain itu, salah seorang anggota Pokja pembangunan auditorium UIN STS Jambi juga ikut dipanggil. Namun pemeriksaannya dilanjutkan hari ini, Jumat (9/8/2019).

“PPK dan rekanan yang tahu persis tentang ini. Makanya ini yang diperiksa duluan,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jambi Lexy Paratani saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. “Yang hadir PPK dan kontraktor (rekanan, red),” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp.

Sebelumnya, sejumlah saksi juga telah diperiksa oleh penyidik Kejati Jambi, seperti vendor, konsultan pengawas proyek, serta bendahara proyek. Namun sejauh ini belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini.

Pembangunan auditorium itu sendiri diketahui bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2018. PT Lambok Ulina diketahui PT yang mengerjakan proyek tersebut, melalui mengikat kontrak lewat Surat Keputusan Hadri Hasan selaku Rektor UIN sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dengan surat perjanjian nomor 46-Un.15/PPK-SBSN/KU.01.2/06/2018 untuk memulai pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya selama 208 hari kalender terhitung sejak 7 Juni 2018 hingga 31 Desember 2018.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments