Rabu, 18 September 2019

Musim Kemarau Mulai Berdampak Pada Produksi Keramba


Jumat, 09 Agustus 2019 | 09:46:41 WIB


Temawisman
Temawisman / Dok.metrojambi.com

JAMBI - Musim kemarau yang terjadi sejak beberapa waktu belakangan ini mulai terlihat dampaknya diberbagai sektor, salah satunya produksi keramba ikan. Hal ini dikarenakan surutnya air Sungai batanghari yang mencapai 30 persen.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi Tema Wisman saat dikonfirmasi mengatakan, saat kemarau hasil keramba jaring apung budidaya ikan mengalami pengurangan isi mencapai 40 persen.

"Ini untuk menjaga stabilitas oksigen. Biasanya isi keramba 1.000 ikan, sekarang hanya menjadi 600 ikan. Sama halnya dengan kolam ikan patin yang hasil produksinya juga menurun 30 persen dari biasanya," ujarnya, Jumat (9/8/2019).

Oleh karenanya, antisipasi terhadap hal tersebut para petani budidaya ikan mengurangi tebar benih produksi dikerambanya. "Para petani ikan akhirnya tidak berani untuk mengisi kerambanya. Dikarenakan sumber air sudah keruh," kata Tema.

Sedangkan dampak lain dari kemarau, menurutnya, secara otomatis munculnya bakteri yang apabila airnya terkena kulit manusia pasti akan terasa gatal. Bakteri itu juga tentunya menjadi virus di tubuh ikan.

"Dampak lain terrjadinya penyakit. Tim saya kesehatan lingkungan sudah kelapangan bekerjasama dengan balai karantina ikan," tuturnya.

Selanjutnya, terkait laporan adanya ikan-ikan yang mati sendiri, Tema mengaku itu pasti ada. "Sudah pasti sekitar 15-20 persen hampir terjadinya kematian ikan. Ini disebabkan serairan sungai batanghari yang keruh tadi," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments