Minggu, 24 Januari 2021

Waspada ISPA, Dinkes Sarolangun Siapkan 100 Ribu Masker


Minggu, 11 Agustus 2019 | 21:34:15 WIB


Bambang Hermanto
Bambang Hermanto / dok.metrojambi.com

SAROLANGUN – Kebakaran Hutan dan Lahan di Sarolangun telah menyebabkan kabut asap. Bahkan, kondisinya mulai mengganggu warga setempat.

Masyarakat Sarolangun tetap diimbau untuk waspada dengan kondisi ini. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai yakni Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang kerap menyerang pernapasan bagian atas melalui mata, mulut dan hidung.

Pelaksana tugas (Peltu) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun Bambang Hermanto mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh Puskesmas di Kabupaten Sarolangun untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat mengenai dampak dari kabut asap terhadap kesehatan.

"Kita sudah mengimbau masyarakat melalui edaran ke seluruh Puskesmas dan Posyandu, agar mewaspadai anak-anak jangan bermain diluar rumah dengan kondisi cuaca yang ekstrim ini dan tak menentu ini, sehingga bisa menyebabkan penyakit," kata Bambang, Minggu (11/8/2019).

"Kalau laporan yang kita pantau, melalui laporan masuk setiap minggu itu masih normal di Puskemas, rata-ratanya belum adanya kenaikan signifikan. Tapi kita tetap waspada pada saat tertentu atau kabut tebal, penderita ISPA meningkat," ujarnya.  

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa tetap menjaga kesehatan terutama dalam mengkonsumsi air minum, agar tidak secara sembarangan, apalagi yang berasal dari air sungai.

Masyarakat juga diimbau agar tidak banyak keluar rumah. Sebab selain penyakit ISPA, beberapa penyakit lainnya juga bisa terkena saat kondisi cuaca saat sekarang ini, seperti mengganggu terhadap mata karena debu masuk ke mata, dan penyakit kulit dampak dari kabut asap.

"Kita berharap masyarakat menjaga kesehatan, terutama mengkonsumsi ari bersih, jangan sembarangan minum air di sungai, sebaiknya air di masak. Masyarakat jangan banyak berada di luar ruangan atau rumah, dan Masyarakat bisa menjaga pola makanan, perilaku hidup bersih dan sehat," pinta Bambang.

Bambang juga mengatakan, meski saat ini jarak pandang masih bagus, masyarakat dihimbau untuk tetap menggunakan masker saat keluar rumah. Jika nanti kondisi kabut asap makin tebal, masyarakat tidak perlu khawatir untuk ketersediaan masker. Pihak dinas kesehatan siap menyalurkan masker ke masyarakat.

"Kalau seandainya makin tebal kita akan distribusikan masker ke masyarakat, jika memang sudah saatnya. Kalau sekarang, kita bagikan, kita khawatir saat kondisi makin tebal kita kehabisan stok. Saat ini ada 100 ribu lebih stok masker kita," sebutnya.

Namun ia menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa menentukan apakah kondisi udara di Kabupaten Sarolangun masih dalam keadaan baik atau sudah buruk. Karena pihaknya tidak memiliki alat pengukur kualitas udara.

"Untuk mengukur itu ada alatnya, kita tidak punya alat,  kemarin kita pinjam ke provinsi Jambi datang ke sini mengukur di beberapa titik kemudian memberikan hasilnya. Ketika memang dibutuhkan nanti kita koordinasi ke provinsi Jambi, status udara belum bisa kita konfirmasi itu dalam keadaan normal, waspada atau kurang baik," pungkas Bambang.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments