Senin, 16 September 2019

Serah Terima Aset Rusunawa di Tebo Masih Menunggu Persetujuan Presiden


Senin, 12 Agustus 2019 | 21:55:30 WIB


/ metrojambi.com

MUARATEBO - Proyek pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) senilai Rp 12 miliar di dalam areal RSUD Sultan Thaha Syaifudin Kabupaten, hingga kini belum bisa dimanfaatkan. Padahal, bangunan itu telah selesai dikerjakan sejak 2018 lalu.

Menurut Plt Kepala Dinas Perumahan dan Penataan Kawasan Permukiman Tebo, Riswan Pasaribu mengatakan, pemanfaatannya terkendala regulasi penyerahan aset yang mesti mendapatkan persetujuan Presiden. Sementara ini, aset pemerintah pusat itu belum bisa dikelola langsung oleh Pemerintah Kabupaten Tebo dalam waktu dekat ini.

”Aturannya serah terima aset pemerintah pusat yang nilai proyek diatas Rp 10 miliar mesti menunggu persetujuan presiden. Jika dibawah Rp10 miliar cukup persetujuan Dirjen Kementerian PUPR,” ujar Riswan, Senin (12/8/2019).

Ia menyebutkan, pengelolaan rusun dan penentuan tarif sewa sudah diatur dalam Permenkeu dan Kepmen PUPR. Masalahnya, pemerintah kabupaten tidak dapat berbuat banyak hingga serah terima aset ke pemerintah kabupaten ditandatangani Presiden.

”Anjuran BPK kita hanya diminta menyusun langkah–langkah percepatan pemanfaatan aset itu. Sebenarnya hal itu sudah dilakukan. Kalau dulu masih bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan kerjasama dengan kementerian PUPR, tapi masalahnya hal itu sekarang ini, tidak bisa dilakukan lagi,” katanya.

Apabila pemanfaatan rusun dapat terealisasi, ini menjadi salah satu potensi PAD pemerintah Kabupaten Tebo. Minat calon penghuni rusun itu sangat tinggi, bahkan semua kamar sudah full terisi oleh para pemesan.

”Semua kamar rusun sebenarnya sudah terisi dengan calon penghuni. Tapi kita belum dapat memastikan mereka bisa masuk,” katanya.


Penulis: Ade Sukma
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments