Kamis, 19 September 2019

Lima Desa di Sarolangun Miliki Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial


Senin, 12 Agustus 2019 | 22:51:01 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

SAROLANGUN - Tahun 2019 ini Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Sarolangun mendapatkan bantuan dari perpustakaan nasional untuk melaksanakan program perpustakaan berbasis inklusi sosial di pedesaan.

Kepala DPAD Sarolangun Ali Amri mengatakan, bahwa perpustakaan berbasis inklusi sosial ini diuji coba pada lima desa, yakni Desa Bernai di Kecamatan Sarolangun, Desa Perdamaian dan Desa Sungai Gedang di Kecamatan Singkut, Desa Semaran di Kecamatan Pauh, dan Desa Gurun Mudo Kecamatan Mandiangin.

"Kita kalau mengandalkan APBD ada keterbatasan, karena itu diupayakan bantuan ke tingkat nasional melalui perpustakaan nasional. Alhamdulillah kemarin dengan aplikasi kunang-kunang, program perpustakaan berbasis inklusif sosial, kita salah satu kabupaten yang menerima bantuan di program ini," katanya, baru-baru ini.

Bantuan tersebut, menurutnya, berupa tiga komputer untuk pelayanan kepada para pengunjung dan dilengkapi dengan satu server.  

Sementara di lima desa, mendapatkan bantuan 1.000 koleksi buku, tiga buah komputer dan satu server untuk melayani pengunjung perpustakaan yang akan memudahkan petugas pustakawan dalam manajemen pengguna internet perpustakaan.

Karena setiap desa yang mendapatkan bantuan ini memang harus memiliki komitmen, seperti harus punya wifi dan kantor perpustakaan tersendiri.

"Bantuan yang diterima bisa dipelihara dengan baik dan dimanfaatkan, dan harus komitmen dengan apa yang sudah dibuat ini, dan memang wifi, dan diatur jadwal piket petugas dan kunjungan masyarakat," katanya.

Ke depan, pihaknya juga berharap agar penggunaan dana desa bisa dialokasikan untuk menu perpustakaan desa. Misalnya untuk pembangunan perpustakaan desa, beli koleksi buku, sarana prasarana dan tenaga IT.

"Sudah ada suratnya tinggal mengedarkannya dan kita akan koordinasikan dengan dinas PMD untuk mendukung ini, dan di dalam juknis untuk bisa dimasukkan, supaya masyarakat desa bisa memusyawarahkan, karena membaca adalah hal terbaik yang kita lakukan," katanya.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments