Rabu, 18 September 2019

Derita Warga Kuala Tungkal: Alami Kekeringan, PDAM Setop Layanan, Terpaksa Beli Air


Selasa, 13 Agustus 2019 | 17:10:01 WIB


Warga saat mengantre untuk mendapatkan air bersih
Warga saat mengantre untuk mendapatkan air bersih / Sholihin

KUALATUNGKAL- Dalam beberapa bulan terakhir masyarakat Kuala Tungkal kesulitan mendapatkan air bersih. Puncaknya dalam sepekan terakhir,  masyarakat yang biasanya mengandalkan air dari PDAM Tirta Pengabuan harus gigit jari karena jaringan pelanggan disetop. 

Penyetopan ini dilakukan karena air baku PDAM mengalami kekeringan sehingga tidak bisa mengalirkan air kepada masyarakat.

Kondisi ini semakin diperparah tidak ada solusi dari PDAM kepada masyarakat. PDAM hanya menawarkan solusi dengan memberikan air bersih sebanyak dua tangki mobil dalam sehari. Jumlah ini tentunya tidak bisa memenuhi kebutuhan air masyarakat Kuala Tungkal.

Bujang Heri, warga Kuala Tungkal mengatakan saat ini dirinya terpaksa mengambil air dari sumur bor milik tetangganya. Air yang diperoleh itu dibeli seharga Rp 5000 rupiah perdrum.

“Biasa mengandalkan PDAM, sekarang harus beli dan ngangkut sendiri kurang lebih 100 meter dari rumah,” sebutnya.

Hal senada diungkapkan Gatot Sunarko, warga lainnya. Dia yang biasa mengandalkan sumur bor juga terpaksa membeli air karena pompa sumur bor miliknya tak lagi mengeluarkan air karena kemarau.

“Sehari saya membeli dua drum untuk memenuhi kebutuhan MCK, satu drum saya beli lima ribu rupiah,” ujarnya.

Sementara itu berdasarkan pantauan, sejumlah lembaga turut membantu masyarakat dalam mengatasi krisis air bersih. Seperti awal pekan ini bantuan air bersih dari Polres Tanjabbar.

Fitri (38), warga sekitar yang ikut mengantre air bersih dirinya terpaksa mengandalkan air bantuan ini mengingat kondisi sekarang lagi krisis air.

“ Mana PDAM kita lagi kering dan air hujan juga tidak ada,” ujarnya. 

Kabag Ops Polres Tanjab Barat, Kompol RP Nainggolan mengatakan pihaknya menggunakan mobil water cannon dengan kapasitas 5.000 liter.

“Jadi seluruh warga yang datang sekarang ini bisa terlayani. Untuk sumber air bersih ini kita datangkan dari Muntialo. Pokoknya air bersih dan air ini layak diminum,” tukasnya.

Ustayadi Barlian, Direktur PDAM Tirta Pengabuan saat dikonfirmasi belum bisa memastikan hingga kapan pemutusan pendistribusian air PDAM ke pelanggan dilakukan.

“Ya tunggu hujanlah," ujar Ustayadi.

Jauh saat sumber air baku menyusut, sebut Ustayadi, pihak PDAM telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk membantu suplai air dari Tebing Tinggi ke sumber air baku di Kecamatan Bram Itam, Tanjab Barat.

" Insya Allah tidak lama lagilah. Dari PUPR untuk suplai air dari Tebing Tinggi ke Bram Itam tanggal 17 Agustus 2019 mendatang. Tapi mudah-mudahan lebih cepatlah," harap Ustayadi.


Penulis: Sholihin
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments