Kamis, 19 September 2019

Warganya Kekeringan, Camat Pauh Angkut Air Bersih dengan Mobil Dinas


Selasa, 13 Agustus 2019 | 22:59:31 WIB


/ metrojambi.com

SAROLANGUN – Kemarau panjang yang kini melanda Provinsi Jambi membuat warga di sejumlah daerah mulai kesulitan air bersih. Untuk mendapatkan air, warga kini terpaksa membeli air hingga mengangkut dari sumber yang cukup jauh.

Di Sarolangun, musim kemarau mengakibatkan sumur-sumur warga kekeringan. Bahkan, tak hanya sumur yang mengering, beberapa anak sungai kondisinya juga serupa.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Pauh, dimana dalam beberapa hari belakang warga tiga desa yakni Desa Sepintun, Lamban Sigatal dan Lubuk Napal sempat mengkonsumsi air sungai yang kebersihannya masih diragukan. Ini karena tidak tersedianya air bersih sebagai kebutuhan sehari-hari.

Selain untuk mandi, air yang diambil di anak sungai itu juga untuk dikonsumsi seperti memasak, kendati kualitas air yang digunakan berwarna kuning alias keruh.

Adanya informasi krisis air bersih di Pauh bagian Dalam ini sejak Senin (12/8) kemarin, sudah diketahui pihak kecamatan setempat. Bahkan, dengan transportasi seadanya pihak kecamatan juga terlihat berupaya memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga kendati bantuan air bersih yang diberikan tersebut masih terbatas.

Camat Pauh, Jupri tampak turun langsung mendata dan menyalurkan bantuan air bersih dengan menggunakan mobil dinas yang ia gunakan untuk beberapa desa di Pauh Dalam.
“Kini baru terdata ada tiga desa yang krisis air bersih, yakni Desa Spintun, Lamban Sigatal dan Lubuk Napal,” kata Jupri, Selasa (13/8/2019).

Masih kata Jupri, terkait kekurangan air bersih akibat kemarau ini, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk meminta bantuan agar warga di Pauh bagian dalam bisa mendapatkan air bersih yang layak untuk dikonsumsi.

“Alhamdulillah pihak PDAM juga sudah merespon dan begitu juga BPBD Sarolangun. Insya Allah dengan segera data daerah mana saja yang krisis air bersih ini akan segera kami sampaikan sehingga warga bisa secepatnya dibantu,” terang Jupri.

Untuk sementara, sambungnya, saat ini pemerintah Kecamatan Pauh hanya bisa menyalurkan bantuan air bersih dengan menggunakan tedmond dan diangkut dengan kendaraan roda empat. Selain bantuan awal untuk warga yang membutuhkan, hal ini juga dilakukan untuk sekaligus mendata warga yang terdampak krisis air bersih.

“Warga sangat berterima kasih dan sangat berharap adanya bantuan air bersih apa lagi untuk mereka konsumsi seperti untuk memasak dan diminum,” pungkasnya.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments