Selasa, 19 November 2019

Jambi Ekspor 10 Ribu Ton Cangkang Sawit ke Jepang


Kamis, 15 Agustus 2019 | 15:18:15 WIB


/ Humas Provinsi Jambi

JAMBI - Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementan RI melalui Balai Karantina Jambi mengekspor komoditi cangkang sawit sebanyak 10 ribu ton ke Jepang. Pelepasan ini dilakukan di Pelabuhan Talang Duku, Jambi, Kamis (15/8/2019).

Kepala Barantan Jambi Ali Jamil mengatakan bahwa potensi pasar adalah peluang dari upaya diversifikasi produk yang telah ada di pasar tujuan ekspor. Untuk beberapa komoditi, produk pertanian Indonesia telah menguasai 100 persen potensi pasar ekspor Jepang.

"Untuk di Jambi cangkang sawit sebanyak 10 ton yang senilai Rp 9,7 miliar dan lempeng pinang Rp 23 miliar," ujarnya.

Selain cangkang sawit, Jamil juga melepas 3 komoditas pertanian ekspor asal Jambi. "Masing-masing 447 ton pinang tujuan Thailand dan Iran senilai 7,8 miliar, 201 ton karet tujuan China senilai 3,8 miliar, serta 356,6 meter kubik kayu olahan tujuan China dan Jepang senilai 1,8 miliar," paparnya.

Selanjutnya, produk pertanian Indonesia yang diekspor ke negeri Sakura adalah minyak nabati dan lemak. Lalu disusul lateks dan karet alam, kopi, produk pangan lain, kakao dan produk kakao, rempah-rempah, bahan asal tanaman lain, sisa produk nabati dan hewani, teh & bahan minuman penyegar, kacang-kacangan, bahan pangan asal hewan, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.

"Kita jaga neraca perdagangan produk pertanian dengan Jepang yang positif ini, kita kawal 3K-nya, yaitu kualitas, kuantitas dan kontinuitasnya. Jika menurut data, cangkang sawit asal Jambi yang laris di pasar Jepang ini juga telah tembus ke 3 negara mitra dagang lainnya yakni Korea Selatan, Belanda dan Thailand," kata Jamil.

Jamil menjelaskan, berdasarkan data dari sistem otomasi perkarantinaan, IQFAST tercatat total ekspor komoditas pertanian Indonesia ke Jepang hingga bulan Juli 2019 sebanyak 344,6 ribu ton dengan nilai ekonomi Rp. 703 miliar sementara impornya tercatat 1,7 ribu ton dengan nilai ekonomi setara dengan Rp. 149,048 miliar.

"Ini dapat dipantau juga oleh seluruh pemerintah daerah dengan menggunakan aplikasi IMACE," ujarnya.

"Aplikasi peta potensi komoditas pertanian berorientasi ekspor, IMACE yang telah digagas oleh Barantan tengah digalakkan ke seluruh provinsi, harapannya aplikasi ini dapat digunakan sebagai landasan kebijakan pembangunan pertanian berorientasi ekspor dengan berbasiskan kawasan, tambahnya.

Diketahui, total ekspor cangkang sawit hingga Agustus 2019 telah mencapai 82% dari total 2018 yang mencapai 642,9 ribu ton. Periode Januari - Agustus 2019 ekspor cangkang sawit telah mencapai 528 ribu ton atau senilai Rp. 520 miliar, sementara periode Januari - Agustus 2018 hanya mencapai 463,8 ribu ton. "Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018 sudah mengalami kenaikan 13,8 persen," katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi M Dianto yang hadir dan turut melepas ekspor tersebut, mengapresiasi pembangunan pertanian oleh Kementan di wilayah kerjanya. Sejalan dengan upaya percepatan ekspor komoditas pertanian, pihaknya telah membentuk Tim Koordinasi Peningkatan dan Percepatan Ekspor Pengolahan Sumber Daya Alam (SDA) di Provinsi Jambi.  

"Kita berharap tim percepatan ini dapat bekerja secara sinergis. Termasuk di dalamnya Karantina Pertanian Jambi, untuk meningkatkan jumlah dan tujuan negara ekspor ke depan secara berkelanjutan," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments