Kamis, 2 Juli 2020

Hindari Peredaran Uang Palsu, BI Launching Pembayaran Digital QRIS


Senin, 19 Agustus 2019 | 22:45:38 WIB


Kepala perwakilan BI Provinsi Jambi Bayu Martanto saat memberikan keterangan pers
Kepala perwakilan BI Provinsi Jambi Bayu Martanto saat memberikan keterangan pers / metrojambi.com

JAMBI - Model pembayaran digital di tanah ir akan semakin mudah setelah Bank Indonesia (BI) meluncurkan standar kode respons cepat atau Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).

Adanya standar kode respons cepat (QR code) tersebut juga akan membuat transaksi yang menggunakan perangkat smartphone lebih efisien dan aman. Tren ini di perkirakan menjadi budaya baru dalam melakukan pembayaran sehingga penggunaan uang tunai akan semakin berkurang.

Kepala perwakilan BI Provinsi Jambi Bayu Martanto mengatakan tahap awal BI memperkenalkan QRIS untuk merchant presented mode (MPM), yakni gerai atau toko yang memiliki QR di mana pelanggan bisa melakukan pemindaian QR code.

"Skema ini juga menjadi jawaban dari disrupsi sistem perekonomian digital yang terjadi akhir-akhir ini," ujarnya saat konferensi pers, Senin (19/8/2019).

Seperti diketahui, kata Bayu belakangan ini semakin banyak perusahaan memberikan layanan aplikasi pembayaran digital, terutama di sektor ritel dan jasa. Di antaranya Go-Pay yang terafiliasi dengan Go-ek, OVO, Dana, dan LinkAja.

"Peran layanan pembayaran digital ini memudahkan konsumen pengguna karena mereka tidak lagi memerlukan uang tunai saat bertransaksi. Selama pengguna memiliki saldo pada dompet digitalnya, mereka tinggal memindai pada perangkat kode QR di toko atau merchant," jelasnya.

Bayu juga menyebutkan, QRIS ini memiliki slogan UNGGUL yang merupakan akronim dari Universal, Gampang, Untung, dan Langsung, yang memiliki tujuan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusif keuangan, memajukan UMKM, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi untuk Indonesia Maju. Semangat ini sejalan dengan tema HUT RI ke-74, yakni SDM Unggul, Indonesia Maju.

"QRIS UNGGUL mengandung makna, yakni, pertama, Universal dalam arti penggunaan QRIS bersifat inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat dan dapat digunakan untuk transaksi pembayaran di domestik dan luar negeri, kedua, Gampang artinya masyarakat dapat bertransaksi dengan mudah dan aman dalam satu genggaman ponsel," paparnya.

"Kemudian yang ketiga, Untung artinya, transaksi dengan QRIS menguntungkan pembeli dan penjual, karena transaksi berlangsung efisien melalui satu kode QR yang dapat digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel, keempat, Langsung itu artinya transaksi dengan QRIS langsung terjadi, karena prosesnya cepat dan seketika sehingga mendukung kelancaran sistem pembayaran," sambungnya.

Untuk Selanjutnya, Bayu mengatakan QRIS ini akan berjalan efeksif di awal tahun 2020 dengan harapan bisa digunakan secara luas dan dapat menekan peredaran uang palsu. "Karena QRIS akan membuat pembayaran digital jadi lebih efektif dan efisien. Dan untuk di Jambi sendiri sudah ada beberapa yang menggunakan QRIS," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments