Minggu, 20 Oktober 2019

MA Tolak Kasasi Jaksa, Madel dan Ferry Bebas


Selasa, 20 Agustus 2019 | 22:11:13 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI – Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi untuk dua terdakwa kasus dugaan korupsi pembebasan lahan perumahan PNS Sarolangun, yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 12 miliar tahun 2005.

Dikutip dari website kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI), putusan kasasi JPU untuk terdakwa M Madel dan Ferry Nursanti, dibacakan oleh majelis pada 13 Agustus 2019 lalu.

Dalam putusan, majelis hakim yang diketuai oleh Abdul Latief, dengan  hakim anggota Leopold Luhut Hutagalung, dan Andi Samsan Ngaro, menyatakan menolak permohonan kasasi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sementara untuk perkara atas nama terdakwa Joko Susilo, dalam website Kepaniteraan Mahkamah Agung RI, perkara dengan nomor register 1662.K/PID.SUS/2019 tersebut masih dalam pemeriksaan majelis hakim.

Perkara atas nama terdakwa Joko Susilo ditangani oleh majelis yang berbeda, dengan hakim ketua Syamsul Rakan Chaniago, serta hakim anggota Mohamad Askin dan Salman Luthan.

Terkait putusan ini, Panitera Muda (Pamud) Pidana Khusus Pengadilan Tipikor Jambi pada Pengadilan Negeri (PN) Jambi, Reno Sapta Maiza, dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya belum menerima salinan putusan perkara atas nama M Madel dan Ferry Nursanti dari MA RI.

“Kita belum menerima putusan perkara tersebut, jadi belum bisa memberikan jawaban,” katanya, dikonfirmasi di gedung Pengadilan Negeri Jambi, Selasa (20/8/2019).

Reno juga belum bisa memastikan kapan putusan itu dikirim ke Pengadilan Tipikor Jambi. "Kalau putusan sudah kita terima, baru bisa kita sampaikan kepada para pihak," pungkasnya.

Terpisah, Kasi Penkum Kejati Jambi, Lexy Patharani ketika dikonfirmasi koran ini juga mengatakan, jika pihaknya belum mendapatkan kabar tentang putusan tersebut. "Belum ada pemberitahuan," ujarnya singkat.

Seperti diketahui, Madel dan dua terdakwa lainnya divonis  bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jambi pada 17 Januari 2019. Dalam putusannya, majelis hakim Edi Pramono menyatakan, bahwa terdakwa tidak terbukti bersalah baik dalam pasal primer dan pasal subsider seperti yang didakwakan jaksa.

Putusan ini tentu saja sangat mengejutkan, karena sebelumnya jaksa menuntut ketiga terdakwa dengan  hukuman cukup berat. Ferry Nursanti dituntut 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan penjara dan uang pengganti (UP) sebesar Rp 4 miliar subsider 6 tahun penjara.

Sementara Madel dituntut 2 tahun dan 6 bulan, serta denda Rp 500 juta subsider 6 bulan penjara. Adapun Joko Susilo dituntut 1 tahun dan 6 bulan serta denda Rp 500 juta subsider 6 bulan penjara. Keduanya dinyatakan terbukti dalam pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 KUHP.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments