Selasa, 15 Oktober 2019

Membuka Misteri Galangan Kapal Kuno Zabaq


Kamis, 22 Agustus 2019 | 15:00:01 WIB


/

Dalam prasasti Talang Tuwo berasal dari tahun yang sama (683 Masehi), memberitakan tentang didirikan ”ksetra” guna kesejahteraan segala makluk. Upacara pendirian taman itu sesuai dengan upacara agama Budha Mahayana. ”Revolusi istana” yang didalangi oleh angkatan laut Cina mengakibatkan mati terbunuhnya Sri Maharaja Indra-warman, Muara Sabak (730 Masehi).

Suasana politik yang membara dan gawa di Syria pada tahun 750 masehi berhasil menumpas kekuasaan Chalifah Ummayyah di Damsyik, menghalang-halangi Chalifah Ummayyah untuk memberikan bantuan militer seperlunya kepada ”Zabaq”. Dengan demikian terhentilah dakwah Islam di wilayah ini, sekelumit sejarah tentang negeri Zabag.

Selasa, 20 Agustus 2019, kita dan bergerak menuju Sabak, melihat eksavasi yang dilakukan oleh tim arkeologi UI yang bekerjasama dengan pemda Kabubaten Tanjung Jabung Timur, kita disambut dengan kopi laberica yang lansung dibuat oleh Bupati Tanjung Jabung Timur Romi Haryanto, kopi liberica yang ditanam di lahan gambut, mempunyai cita rasa yang khas dan kelat eksotis dengan aroma berbeda, ibarat kata tambo tua “ melangkah masuk gelanggang, kita hatur jari nan sepuluh, carano di hujur, sirih pinang nan sabungkah rokok nan sabatang, izin pada yang punya negeri, tegur sapa pada leluhur penunggu batas, jangan di dago, jangan di dagi kami yang hendak berjalan, menapak jalan para pendahulu pendahulu yang menegakkan  tiang negeri”.

Tak berpanjang pantun dan basa basi, kita langsung menuju lokasi Desa Lambur, menuju kesana kita ada tiga kendaraan satu diisi oleh Kabid di  Balitbangda, Arga dengan semangat dan kerendahan hadi sudi menemani kita, satu kendaraan kawan kawan AJI Jambi, dan kendaraan kita diisi dua petualang Saiful Mursal dan Yoga, menempuh jalan yang berdebu dan berlubang, membuat pinggang tua ini sedikit sakit, namun aura leluhur pengarung samudera membuat rasa sakit tak terasa, sesampai di lokasi, tim arkeologi UI sedang bekerja bermandi lumpur, kita disambut dengan senyum ramah sosok sederhana, ketua tim eksavasi Dr. Ali Akbar SS. M. Hum, sosok bebrbeda untuk seorang arkeolog, dia lansung menunjukan temuan temuan  keramik dari situs Siti Hawa dan beberapa kayu rangka kapal yang sedang di eksavasi.

Menurut pak Abe, panggilan Dr. Ali Akbar SS. M.Hum, tak hanya satu kapal saja, namun ada banyak rangka kapal yang di temukan di kawasan tersebut, dan yang sedang dieksavasi sekarang sangat unik, dan tekhnologinya sangat tua, tak hanya di satukan dengan pasak kayu, namun juga diikat dengan tali ijuk, dan ukurannya besar, dan ia menyakini kapal ini, kapal yang bisa mengarungi samudera, bukan hanya untuk transportasi sungai.


Penulis: M. Ali Surakhman
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments