Senin, 6 April 2020

Membuka Misteri Galangan Kapal Kuno Zabaq


Kamis, 22 Agustus 2019 | 15:00:01 WIB


/


Dari hasil pengamatan dan survei yang juga dilakukan dari udara, di kawasan ini banyak di temukan jalur jalur kanal kuno, dari sungai Batang Hari hingga kelaut lepas, dari hasil sementara eksavasi ini, kawasan lambur, Muara Sabak merupakan pabrik kapal kuno atau galangan untuk membuat kapal pada abad 7 dan 6 masehi, namun untuk memastikannya kita masih menunggu penanggalan atau uji karbon, bisa saja lebih tua, ujanrnya.

Dari temuan keramik yang banyak ditemukan di kawasan situs Siti Hawa, yaitu keramik cina, dari periode Sung, Tang dan Ming, sedikit gerabah dari pengalian kapal di Desa lambur, yang diduga gerabah lokal yang sangat tua. Juga ditemukan batu bata, bisa jadi ini kawasan percandian di masa itu.

Saat melihat lokasi penggalian, tampak rangka kapal, dengan ikatan tali ijuk, disini saya terbayang teknologi rumah kuno di dataran tinggi Kerinci, yang mana sistim pengikat rangkanya, pasak kayu dan tali ijuk, pada tahun 1994-1996, kita meneliti Architecture Traditional Kerinci yang disponsori Academy Science  and Art The Royal Netherlands Institute, Leiden, simpul ikatnya di sebut “silampit Simpe”, simpul ikat yang sangat kuat, hasil studi saat itu simpul ini, merupakan warisan tradisi neolitichum, proto melayu dataran tinggi Sumatera, simpul ini dipakai juga untuk mengikat beliung, kapak batu, dan ulu parang, dan alat angkut seperti Jangki dan Ambung, sejenis ransel, yang di gunakan penduduk dataran tinggi Kerinci.

Simpul ikat Silampit Simpe, ini juga tertuang dalam ragam hias rumah larik atau rumah tradisional Kerinci.

Timbul pertanyaan apa hubungannya dengan temuan kapal kuno Sabak, mobilitas manusia zaman dulu tak lepas dari hulu dan hilir, dan sungai merupakan transportasi penting saat ini dalam perdagangan maupun sosial, disini terjadi pertukaran informasi dan pengetauhan, dalam catatan catatan kuno, hulu membawa hasil bumi, hasil buruan, gading, kulit harimau, cula badak dan yang utama rempah, untuk dibarter, hilir merupakan pintu pertemuan dengan para pedagang luar, ini dibuktikan, temuan temuan keramik kuno Sung, di dataran Tinggi Kerinci.
Mari sedikit kita bicara tentang teknologi perahu dan kapal kuno, Perahu   merupakan   salah   satu   hasil   budaya   bahari   yang   sejak   masa prasejarah  telah  memegang  peranan  penting  dalam  kehidupan  manusia  di  dunia  termasuk  Nusantara.  Perahu  selain  memiliki  fungsi  sosial  ekonomi  sebagai  alat  transportasi  air,  untuk  berkomunikasi  antar  masyarakat,  perdagangan,  dan  sarana mencari ikan, perahu juga berkaitan erat dengan religi masyarakat pendukungnya yang mendiami pulau-pulau di Nusantara. 


Penulis: M. Ali Surakhman
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments