Sabtu, 19 Oktober 2019

Mengatasi Peningkatan Lemak Darah (Dislipidemia) Selama Idul Adha


Rabu, 07 Agustus 2019 | 10:14:50 WIB


/ ist

Oleh: Fachrul Rozy, S.Gz, RD *)

LEBARAN idul adha/lebaran haji sebentar lagi, Anda tidak mau bukan setelah lebaran mengalami peningkatan kadar lemak darah dan kolesterol diakibatkan oleh konsumsi daging yang berlebihan?

Berikut kami informasikan terkait kolesterol dan  tips mengatur pola makan selama lebaran idul adha:

1.    Peningkatan kadar lemak darah dan kolesterol atau yang biasa disebut “Dislipidemia” merupakan penyakit tidak menular yang terjadi saat kadar lemak dalam aliran terlalu tinggi atau terlalu rendah.

2.    Tidak semua kolesterol itu dianggap jahat, karena kolesterol juga mempunyai manfaat baik untuk kesehatan salah satunya yaitu membentuk hormon dan pelindung sel.

3.    Sumber bahan makanan tinggi lemak terdapat pada sumber hewani seperti: daging berlemak dengan kulit, kuning telur, jeroan (babat, usus, paru), seefood (udang, kepiting, kerang), ayam dengan kulit dan sebagainya.

4.    Saran Ahli gizi untuk menjaga agar terhindar dari dislipidemia selama hari raya idul adha:

•    Konsumsilah makanan sesuai dengan kebutuhan dan tidak melebihi dari kebutuhan tubuh   

•    Hindari daging berlemak dan jeroan

•    Konsumsilah daging tanpa lemak maksimal 3-5 potong perminggu

•    Hindari mengkonsumsi air kaldu daging berlebihan, karena air kaldu daging mengandung purin. Purin merupakan senyawa yang bisa menyebabkan penumpukan asam urat di dalam darah sehingga menyebabkan penyakit asam urat/Gout Artritis.

•    Konsumsilah sayuran aneka warna minimal 3 kali sehari dengan porsi 100 gram setiap kali makan. Serat dalam sayuran bermanfaat untuk mengikat kolesterol jahat dan dikeluarkan melalui feses/buang air besar sehingga tidak menumpuk di dalam darah.

•    Konsumsi buah-buahan minimal 2-3 porsi perhari.

•    Cara mengolah daging yang tepat seperti sop dan pindang.

•    Hindari pengolahan menggunakan santan kental berlebihan dan pengolahan lama di atas api serta menggunakan minyak goreng berulang.

•    Batasi penggunaan garam dalam mengolah lauk hewani, hindari penambahan Monosodium gulatamat (MSG) berlebihan karena bisa berisiko menyebabkan penyakit tekanan darah tinggi/hipertensi

*( Sekretaris Persatuan Ahli Gizi Indonesia Provinsi  Jambi, Dietisien/Ahli Gizi RSUD Raden Mattaher Jambi)


Penulis: Fachrul Rozy, S.Gz, RD *)
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments