Rabu, 20 November 2019

Buka Lapangan Pekerjaan, Ojek Online Anterin Segera Launching di Kota Jambi


Minggu, 25 Agustus 2019 | 19:18:50 WIB


/ Metrojambi.com

JAMBI - Tingginya mobilitas dengan diiringi perkembangan teknologi gadget memunculkan aplikasi yang kian memudahkan masyarakat masa kini.

Dengan menggandeng Perusahaan PT. Toedjoeh Tuah Kreasi untuk wilayah Sumatera bagian tengah, aplikasi transportasi online Anterin hasil karya anak bangsa Indonesia resmi masuk ke Provinsi Jambi sebagai salah satu solusi lapangan pekerjaan.

Anterin adalah aplikasi transportasi dan pengiriman online marketplace, pertama di dunia yang menggunakan metode lelang harga. Dengan metode ini, pengguna bebas memilih siapa saja pengemudi yang memberikan harga terbaik dan terdekat dan memberikan kebebasan kepada pengguna untuk memilih pengemudi sesuai dengan keinginan dan selera.

Pengelola Anterin Provinsi Jambi Dedy Zulfikar Harahap mengatakann kehadiran Anterin di Jambi menawarkan solusi baru transportasi yang belum pernah ada sebelumnya. "Dengan tujuan utama kita untuk membantu masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan di Jambi," ungkapnya saat menggelar konferensi Pers, di Cafe Buzz, Minggu (25/8/2019).

Dedy menyebutkan, Anterin adalah satu-satunya aplikasi transportasi serta pengiriman online, hasil karya dan milik anak Indonesia yang menawarkan transparansi dan kebebasan untuk menentukan harga dan kualitas suatu layanan pengantaran.

"Dan rencananya Anterin ini akan secara resmi dilaunching pada September 2019 mendatang,  umumnya di wilayah kota-kota besar di Sumatera dan khususnya di Kota Jambi. Dengan target dapat menciptakan 1000 lapangan pekerjaan di Jambi dan 10.000 pengguna," jelasnya.

Menjelang launching tersebut, untuk sekarang para agen-agen Anterin Jambi sudah terbentuk bahkan sudah siap untuk melayani dan mempermudah mobilitas masyarakat Provinsi Jambi serta siap menerima para driver jika ingin bergabung.

Dedy menjelaskan, Anterin ialah aplikasi marketplace jasa transportasi dan pengantaran penumpang motor, mobil, pengiriman barang yang memberikan kebebasan pilihan kepada penggunanya, pertama di dunia.

Pelanggan dapat memilih siapa saja pengemudi sesuai dengan keinginan dan selera berdasarkan harga terbaik, jarak terdekat, jenis kendaraan, jenis kelamin bahkan penilaian pelanggan (personalized user experiences).

"Pengemudi mendapatkan kebebasan untuk menentukan tarif masing-masing. Berdasarkan harga, jenis kendaraan, tipe kendaraan, jenis kelamin, dan penilaian pelanggan. Pengguna juga dapat memilih pengemudi tertentu untuk berlangganan sehingga lebih aman dan nyaman untuk berkendara," terangnya.

Bukan hanya itu, Dedy mengatakan yang membedakan Anterin dengan aplikasi transportasi lainnya adalah Anterin tidak mengambil komisi dari pengemudi atas setiap transaksi, sehingga 100 persen pendapatan adalah hak pengemudi. Anterin hanya mengutip biaya langganan yang sangat terjangkau kepada pengemudi atas penggunaan platform teknologi.

"Dengan konsep langganan ini, Anterin ingin membantu pengemudi untuk memperoleh pendapatan yang layak minimal setara dengan UMR," tuturnya.

Menurut Dedy, Anterin saat ini merupakan satu-satunya aplikasi yang masih merupakan milik anak bangsa dan akan tetap berkomitmen mempertahankan kedaulatan bangsa dan siap bersaing dalam inovasi teknologi.

"Kami hadir menawarkan solusi transportasi dengan prinsip keberpihakan kepada para mitra pengemudi di beberapa daerah yang merasa tidak diperhatikan oleh aplikator. Karena itu, sangat senang kami bisa hadir dan bisa bekerjasama dengan pengusaha lokal Jambi untuk bersama-sama membangun sharing economy yang saling menguntungkan dengan para pengemudi,“ ungkapnya.

Anterin sendiri dapat diunduh melalui Google Play Store dan Apps Store. Kemudian Anterin juga terus membuka pendaftaran pengemudi di beberapa kota di Indonesia antara lain, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Lombok, Malang, Magelang.

"Termasuk Jambi, Batam, Yogyakarta, Lampung, Balikpapan, Banjarmasin, Medan, Manado, Makassar, Surabaya, Palembang, Bandung, Pontianak, Padang, Pekanbaru, Jambi, Cirebon, Semarang, Surakarta, dan Bali," paparnya.

Anterin juga sudah memiliki lebih dari 250.000 pengemudi yang bertumbuh secara organic di lebih dari 20 kota di Indonesia. Sebagai perusahaan berbasis layanan transportasi, kepuasan pengemudi sebagai mitra kerja (disebut Warga Anterin) dan pelanggan (disebut Teman Anterin) menjadi prioritas terdepan.

"Jadi kita jangan sampai ketinggalan dengan teknologi yang semakin hari semakin canggih namun tidak bisa di manfaatkan dengan baik dan menciptakan lapangan pekerjaan, cukup dengan modal Handphone, kita sudah bisa menciptakan uang," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments