Minggu, 15 September 2019

4 Ribu Hektare Tanaman Padi di Jambi Terdampak Kekeringan


Minggu, 25 Agustus 2019 | 21:42:00 WIB


Lahan persawahan di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi yang mengalami kekeringan
Lahan persawahan di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi yang mengalami kekeringan / Metrojambi.com

JAMBI - Musim kemarau panjang yang melanda Provinsi Jambi sejak beberapa bulan terakhir mulai berdampak terhadap tanaman padi milik petani. Dibanding tahun lalu, dampak kemarau tahun ini lebih besar.

Berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Jambi, sebanyak 4.010,35 hektare tanaman padi milik petani di Provinsi Jambi terdampak kekeringan.

Kepala Dinas TPHP Provinsi Jambi Akhmad Maushul menyebutkan dari jumlah total lahan padi yang mengami kekeringan, sebanyak 110,5 Hektare dipastikan mengalami gagal panen atau puso. Tanaman yang gagal panen tersebut tersebar di Kabupaten Batang Hari, Bungo, Merangin, dan Kota Jambi.

Dijelaskan Maushul, lahan padi yang terdampak kekeringan terbagi beberapa kategori, yakni kategori rusak ringan, rusak sedang, rusak berat, dan puso.

"Terbanyak rusak ringan yaitu 1086 Hektare di Muaro Jambi. Rusak sedang terbanyak di Batanghari seluas 263 tektare," terangnya.

Sedangkan untuk tanaman padi yang dipastikan gagal panen, Maushul menyebut saat ini belum diasuransikan, sehingga petani tidak bisa mengklaem ganti rugi akibat gagal panen. Namun untuk membantu petani, Maushul menyebut akan mengajukan bantuan benih dari pemerintah pusat.

"Setelah data yang puso ini direkap semua. Kita akan ajukan bantuan ganti benih ke pusat dengan cadangan benih nasional," katanya.

Jika dalam beberapa waktu ke depan musim kemarau tak kunjung berakhir, Maushul khawatir padi yang rusak ringan akan naik menjadi rusak sedang, dan yang rusak berat akan gagal panen atau puso.

"Mudah-mudahan bisa cepat dibantu dengan turunnya hujan. Karena ini sudah akhir Agustus," tuturnya.

Selain itu, untuk membantu menyelamatkan tanaman padi petani yang mengalami kekeringan, Maushul mengaku pihaknya sudah memberikan bantuan berupa pompa air kepada petani, namun masih sangat minim.

"Sudah dilakukan tapi hanya beberapa titik. Kalau dipersentasekan baru sekitar 30 persen. Dengan ketersediaan pompa air kita, jauh masih butuh sekitar 60 persen lagi dari yang sudah kita lakukan. Kemarin sudah saya tanda tangani pengajuan 25 unit pompa air ke pusat, mudah-mudahan bisa ploting dari pusat dalam waktu dekat ini," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments