Senin, 18 November 2019

NEET, Penyakit Baru Milenial


Rabu, 28 Agustus 2019 | 16:05:18 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / istimewa

BULAN Agustus, menjadi bulan dimana Bangsa Indonesia merayakan hari ulang tahun kemerdekaan. Pada tahun 2019 ini menjadi perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74  dengan mengambil tema besar “SDM Unggul, Indonesia Maju”.

Tema ini diambil sebagai jabaran program pemerintah dalam lima tahun kedepan yaitu menempatkan Sumber daya Manusia (SDM) sebagai prioritas pembangunan.

Jika berbicara Sumber daya Manusia (SDM) unggul maka tidak akan terlepas dari generasi milenial, dalam hal ini generasi muda. Karena generasi inilah yang sebenarnya akan menggambarkan capaian bangsa ini dimasa yang akan datang.

Begitu juga dengan pembangunan di Provinsi Jambi, tentu saja Provinsi Jambi yang maju juga menjadi suatu idaman di masa kini dan masa depan.

Kualitas SDM yang unggul menjadi suatu prioritas dengan harapan dapat memetik hasil dari bonus demografi yang sedang terjadi di Provinsi Jambi.

Munculnya Penyakit NEET

Namun ternyata ada fakta mengejutkan mengenai SDM Provinsi Jambi. Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) menunjukan bahwa pada tahun 2018 ada sekitar 126 ribu pemuda usia 15-24 tahun atau mewakili sekitar 20,63 persen pemuda di rentang usia tersebut yang kini dalam status menganggur total.

Mereka tidak bekerja, tidak sekolah dan tidak sedang menjalani pelatihan sehingga disebut NEET singkatan dari Not in Employment, Education or Training.

Pemuda yang menganggur pun masuk kedalam kategori NEET. Pada periode yang sama, tingkat pengangguran terbuka penduduk berusia 15-24 tahun berada pada kisaran 14,89 persen. Dengan kata lain ada sekitar 5,74 persen pemuda yang tidak aktif secara ekonomi di pasar kerja atau tidak menghasilkan barang atau jasa yang bernilai ekonomi.

Bisa dibayangkan penduduk usia 15-24 tahun yang seharusnya berada pada masa pendidikan, ternyata tidak mendapatkan hal tersebut, bahkan di pasar kerja pun tidak terserap dan malah tidak melakukan kegiatan ekonomi apapun.

Kondisi ini sungguh memprihatinkan, karena NEET ini adalah penyakit yang merusak pemuda lebih dari penyakit fisik pada umumnya. Yang dirusak oleh NEET adalah mental, karena bila sampai pemuda mengalami NEET pada usia emas pengembangan dirinya, maka lebih kecil kemungkinannya untuk bisa berkembang setelah melewati usia emas ini.

Mengapa Ada NEET

Ada beberapa hal yang menyebabkan munculnya NEET. Pertama, melambatnya pertumbuhan ekonomi. Hal ini tidak hanya dalam skala lokal Provinsi Jambi, namun memang dalam tataran global dimana belum mampu bangkit dari krisis keuangan yang terjadi pada tahun 2008. Salah satu efek dari melambatnya pertumbuhan ekonomi tersebut adalah perusahaan-perusahaan menahan untuk melakukan penerimaan pegawai, atau bahkan mengurangi pegawai.

Alasan lain adalah generasi yang lebih muda memiliki pandangan yang sangat berbeda dalam pekerjaan. Mereka tidak akan menerima pekerjaan yang tidak sesuai atau tidak ideal bagi mereka.

Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat memberikan pilihan pekerjaan bisa dikerjakan dari rumah, sehingga menjadi pekerja kantoran bukan menjadi pilihan, terkecuali sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Efek teknologi terhadap munculnya NEET pernah terjadi di Jepang, dimana NEET sudah begitu banyak bahkan sudah menjadi suatu tren gaya hidup. Mereka tidak lagi menganggap pekerja kantoran sebagai jalan karir yang bagus. Terlebih lagi, orang Jepang jarang mengekspresikan pemikiran mereka sendiri secara terbuka atau meminta bantuan ke orang lain, dan itulah mengapa banyak yang memilih untuk menjalani kehidupan yang berbeda, dan beberapa memilih untuk menjadi NEET.

Kebijakan Kedepan

Untuk mencegah lebih banyak orang menjadi NEET, pendidikan vokasi bisa menjadi salah satu alternatif di sekolah sehingga para siswa bisa mengerti lebih mengenai bekerja setelah kelulusan, dan mereka akan lebih memiliki sikap yang positif tentang pekerjaan masa depan mereka. Hal ini dibuat untuk membuat mereka mengerti bahwa pekerjaan yang tetap merupakan mimpi yang ideal, bukan menjadi seorang NEET.

Pemerintah juga membuat hubungan antara universitas dan tempat kerja sehingga para siswa dapat memulai magang untuk memperoleh pengalaman lebih. Kemudian dibentuknya wadah pemuda untuk berbagi informasi dan keterampilan sehingga membantu semua NEET agar mendapat keterampilan yang lebih baik sehingga mereka dapat mencari pekerjaan.

Dengan kita menyadari bahwa ada penyakit yang mengancam generasi muda kita, kemudian dengan kerja keras, kerja cerdas dan mengandalkan petunjuk-Nya. Maka insyaAllah kita akan bisa menjadi bangsa dan daerah yang unggul, dimana pemudanya adalah asset dan bukan liability.

 
Bagi pemuda Provinsi Jambi, kerjakan apa yang anda bisa selama itu tidak melanggar aturan, jangan menunggu lapangan pekerjaan yang sesuai ijazah, jangan biarkan ijazah membelenggu anda dalam berkarya, serta tanamkan sikap positif untuk terus aktif dalam kegiatan ekonomi. Bangsa ini menunggu karya anda wahai pemuda.

Penulis adalah Statistisi BPS Provinsi Jambi


Penulis: Statistisi BPS Provinsi Jambi
Editor: Herri Novealdi



comments