Jumat, 21 Februari 2020

Tanoto Foundation Tingkatan Kompetensi 150 Fasilitator Daerah dan Dosen


Selasa, 27 Agustus 2019 | 14:31:43 WIB


/ jay/metrojambi.com

JAMBI - Tanoto Foundation menggelar pelatihan bagi 150 guru, kepala sekolah, pengawas, dan dosen LPTK Universitas Jambi dan UIN Sultan Thaha Saifuddin modul II Program PINTAR (Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran), Minggu hingga Kamis, 25-29 Agustus 2019.

Pelatihan yang dipusatkan di Hotel Abadi Suite Jambi tersebut digelar dalam rangka mempersiapkan para fasilitator daerah untuk melatih kembali para guru, kepala sekolah, dan pengawas di sekolah serta madrasah mitra di tiga Kabupaten, yaitu Tanjab Timur, Tanjab Barat, dan Batanghari, dalam mengimplementasikan materi modul II.

“Kita memberikan keterampilan praktis kepada peserta dalam menerapkan pembelajaran yang menitikberatkan pada penyelidikan dan penemuan oleh siswa di kelas, kemudian mengembangkan budaya baca, dan manajamen sekolah yang mendukung keberhasilan pembelajaran,” kata Stuart Weston Direktur Program Basic Education Tanoto Foundation.

Dr. Abdul Kamil Marisi, M.Pd, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jambi memberikan apresiasinya terhadap Tanoto Foundation. Menurutnya pelatihan ini sangat bagus untuk memperkuat implementasi Kurikulum 2013.

“Pelatihan yang diselenggarakan oleh Tanoto Foundation ini sangat bagus untuk mendukung kurikulum yang digulirkan Pemerintah, apapun kurikulumnya, apalagi saya lihat pembelajaran dengan pola MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, Refleksi) modul I Tanoto Foundation bagus sekali, compatible dengan program yang digulirkan LPMP, termasuk budaya baca. Sehingga semua ini akan sangat membantu sekolah dalam mempraktikkan kurikulum 2013 yang benar,” bebernya.

Ujang Sukandi, Head of Teaching and Learning Tanoto Foundation menyatakan bahwa kualitas hasil belajar siswa sangat bergantung pada kualitas proses pembelajaran yang kuncinya dimainkan guru. Sebab itu, pihaknya mendorong fasilitator daerah dan dosen yang dilatih tersebut harus terus mengupayakan peningkatan kualitas dirinya.

“Pelatihan ini menjadi penting bagi guru dan dosen karena pelatihan ini lebih berfokus pada pembahasan ruh pembelajaran masing-masing mata pelajaran: Keterampilan dan proses apa yang mesti dikembangkan dalam masing-masing mata pelajaran tersebut. Dengan “ruh” dan pemodelan pembelajaran yang diikuti peserta, peserta diharapkan dapat merancang pembelajaran yang baik untuk topik-topik lain,” tutur Ujang.

Ujang berharap, setelah mengikuti pelatihan modul II ini, siswa akan mengalami pembelajaran yang memungkinkan mereka membangun sendiri gagasan mereka. “Penyelidikan dan penemuan siswa hendaknya diapresiasi oleh guru, dan kalaupun hasilnya tidak seperti yang diharapkan, tidak perlu disalahkan, melainkan ditanya, apa kira-kira yang menyebabkan hasilnya seperti itu, tidak disalahkan.” ungkapnya.

Praktik Mengajar

SETELAH peserta dilatih pembelajaran, manajemen sekolah dan budaya baca, pada hari ke tiga peserta pembelajaran diwajibkan berpraktik mengajar di kelas berdasarkan perencanaan yang disusun di pelatihan.

"Semua wajib berpraktik mengajar untuk mendapatkan pengalaman konkret dalam mengimplementasikan gagasan yang diperoleh dalam pelatihan,” kata Medi Yusva, Provincial Coordinator Tanoto Foundation Jambi.

Pada praktik mengajar ini, guru dan dosen akan berkolaborasi dalam menerapkan gagasan tersebut dan mengevaluasi apa yang berhasil dan apa yang masih perlu diperbaiki lebih lanjut.

Untuk fasilitator manajemen berbasis sekolah, mereka akan mendapatkan materi kaji ulang pembelajaran hasil pelatihan modul I. Selain itu, di modul II ini mereka akan mendapatkan materi kepemimpinan dalam pembelajaran, pengelolaan program budaya baca, dan menyusun anggaran sekolah berbasis pembelajaran.

“Materi ini untuk memfasilitasi sekolah dalam mengembangkan manajemen yang mendukung keberhasilan pembelajaran. Ketika para fasilitator melatih dan mendampingi dalam pelatihan sekolah, kepala sekolah, guru, komite sekolah dapat bekerjasama dalam mengimplementasikan manajemen yang mendukung keberhasilan pembelajaran,” kata Medi Yusva.

"Sehingga mereka dapat mengembangkan ilmunya di sekolah dan siswa meningkat prestasinya dan lebih mandiri dan kreatif dalam pembelajaran," tandasnya.


Penulis: Jainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments