Jumat, 20 September 2019

Belum Dapat Dipadamkan, Karhutla di Tanjabtim Dekati Permukiman


Minggu, 08 September 2019 | 20:41:29 WIB


Petugas gabungan saat memadamkan kebakaran lahan di Tanjabtim beberapa waktu lalu
Petugas gabungan saat memadamkan kebakaran lahan di Tanjabtim beberapa waktu lalu / dok.metrojambi.com

MUARASABAK – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Sadu yang terjadi sekitar sepekan lalu, hingga saat ini belum berhasil dipadamkan. Bahkan dari tiga titik api, yakni di Desa Baku Tuo, Desa Sungai Sayang, dan Desa Air Hitam Laut, Karhutla di Desa Baku Tuo merupakan yang terparah dan telah mendekati permukiman warga.

Camat Sadu Frans Afrianto saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Bahkan menurutnya kebakaran di Kecamatan Sadu telah dimulai sejak satu bulan yang lalu. Hanya saja titik api sempat padam karena diguyur hujan, kemudian secara silih berganti titik api terus bermunculan.

“Dari tiga lokasi, saat ini Karhutla di Desa Baku Tuo memang yang paling parah, dibanding dua lokasi lainnya yakni di Desa Sungai Sayang dan Desa Air Hitam Laut,” kata Camat.

Titik api di lokasi Karhutla jelas Camat, seakan tidak ada habisnya. Ketika tim pemadam tengah melakukan proses pendinginan di salah satu titik api, muncul lagi titik api yang baru di satu hamparan yang sama dan begitulah seterusnya.

Meski sempat dibantu oleh water boming lanjut Camat, namun usaha tersebut seakan tidak cukup membantu. Hal ini dikarenakan cukup tebalnya lapisan gambut, belum lagi ditambah dengan angin yang cukup kencang di lokasi Karhutla.

“Tapi kami bersama tim pemadam gabungan dan masyarakat setempat, akan terus berusaha semaksimal mungkin. Terlebih titik api sudah mendekati beberapa rumah warga,” katanya.

Sementara mengenai kendala saat melakukan pemadaman terang Camat, seperti di lokasi Karhutla lainnya sumber air merupakan kendala utama. Sementara untuk personil pemadam sendiri, tim pemadam gabungan, dan dibantu masyarakat selaku kompak guna berjibaku memadamkan titik api.

“Kalau personil tidak ada kendala berarti, hanya sumber air dan kurangnya peralatan pemadam yang menjadi masalah di lapangan,” ucapnya.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, berdasarkan hasil Anev Karhutla, luasan lahan yang terbakar di Kecamatan Sadu merupakan yang terbesar yakni mencapai sekitar 255 hektare. Menyusul Kecamatan Dendang dengan luasan sekitar 100 hektare sebagai penyumbang asap terbesar setelah Kecamatan Sadu. Untuk total luasan lahan akibat Karhutla di Kabupaten Tanjabtim, saat ini diperkirakan telah mencapai sekitar 488 hektare.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments