Jumat, 20 September 2019

Ibu Korban Rudapaksa Ayah Tiri Mengaku Diancam


Minggu, 08 September 2019 | 22:59:33 WIB


/ metrojambi.com

JAMBI - Tersangka rudapaksa terhadap anak tirinya dan tantenya, masih diperiksa intensif hingga saat ini. Perilaku menyimpang yang dilakukan tersangka berinisial JP (54) warga Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi, itu ternyata didasari ancaman.

Hal itu diakui AD, ibu Bunga (16) korban rudapaksa ayah tirinya tersebut. Di bawah ancaman pula, AD dan Bunga sekaligus digarap (treeshome) oleh Ayah tirinya tersebut.

AD mengaku, ia memang pernah dipaksa JP, suaminya itu untuk meminta agar bisa menyetubuhi Bunga (bukan nama sebenarnya,red), anaknya sendiri. Namun, ketika itu, ia mengaku telah menolak permintaan menyimpang suaminya itu. Tetapi, suaminya memaksa dan mengancam.

“Saya bilang saya tidak setuju. Tapi dia bilang kalau memang anak kamu sudah bunting, saya nikahi. Lalu aku bilang tidak mau, malu aku pak," ujarnya.

Bahkan dia kesal dengan sang suami yang menyetubuhi anaknya itu, namun ia tidak bisa berbuat banyak karena terus diancam. "Aku kesal liat dia mengancam dengan anak saya," sebutnya dengan tangis yang terisak isak-isak.

AD menceritakan, ketika itu pada malam hari ia tengah tertidur lelap di ruang tengah bersama Bunga, anaknya tersebut. Namun, suaminya itu bangun tengah malam dan meminta dirinya dan anaknya masuk ke dalam kamar. Saat itulah, perilaku bejat itu dilakukan JP pada Bunga dan istrinya.

"Ya pada waktu itu saya tidur di ruang tengah sama anak, dia bangun tengah malam, ajak anak ini masuk kedalam kamar," sebutnya.

Menurut AD, anaknya tersebut sudah sering disetubuhi oleh tersangka. Namun, ia banyak tidak mengetahui hal itu. "Anak ini tidak kasi tahu, bapaknya juga dak kasi tahu. Kurasa ada 6 kali dia berulang kayak gitu," ungkapnya.

Baru kata dia, pada 4 September 2019 dia dan sang nenek melaporkan kejadian itu ke Polda Jambi. "Baru dia kasi tahu kalau dia ‘tidak asli lagi’ dan bapaknya yang ngambil. Kalau setahu saya ada enam kali kejadian tersebut," katanya seraya menitikkan air mata.

Dia juga bingung bagaimana nasib dirinya dan masa depan anak perempuannya akibat ulah bejat sang bapak tiri yang saat ini mendekam di sel tahanan Polda Jambi. "Selanjutnya berulang kali seperti itu, kadang-kadang aku pikir bagaimana lah nasib aku sama anak aku ini. Aku pun diancam,” terangnya.

Atas perilaku bejat JP tersebut, ia meminta suaminya itu dihukum setimpal. “Kalau aku minta hukumannya setimpal,” terangnya.

Namun anehnya, AD masih membuka peluang agar JP, suaminya itu kembali ke pangkuannya, asalkan berubah. “Kalau dia berubah aku kembali sama dia, kalau tidak aku tidak mau bang,” tandasnya.

AD sendiri mengaku, suaminya itu sudah beberapa kali menikah. Bahkan, ia mengaku sebagai istri ke limanya. Ia menikah dengan tersangka hanya secara agama (red, gereja) belum menikah resmi. "Aku istri ke lima dari tersangka," katanya.

Informasinya, AD juga sudah diperiksa penyidik, Kamis (5/9/19) lalu secara intensif hingga malam hari sebagai saksi atas perbuatan bejat sang suami.

Diberitakan sebelumnya, Bunga (16), warga Kecamatan Alam Barajo disetubuhi oleh ayah tirinya hingga berkali-kali. Parahnya lagi, persetubuhan ini dilakukan pelaku yang berinisial JP (54) dengan melibatkan istrinya, atau ibu dari Bunga. Gilanya, pelaku bahkan pernah melakukan secara bersama-sama bertiga.

Modus pelaku yakni dengan menjanjikan uang untuk pengobatan paman korban yang sat itu mengalami patah tulang punggung. Meskipun sempat menolak, namun bujuk rayu korban yang melibatkan ibu Bunga, membuat korban tak berdaya.

Bukan hanya itu, pelaku tersebut bahkan tak hanya menggarap Bunga. Ia juga menggauli Tente Bunga, yang tak lain istri dari paman Bunga yang mengalami patah tulang punggung. Ia juga disetubuhi JP dengan modus akan membiayai pengobatan suaminya.

Kasubdit IV Ditrektorat Reserse  Kriminal Umum Polda Jambi, Kompol Yuyan Priatmaja, Kamis (5/9/19) membenarkan adanya kasus ini. Ia menyebut, pelaku ini bahkan telah mencabuli Bunga sejak 2017 lalu hingga terakhir kali, Rabu 4 September 2019.

Atas perbuatan itu, tersangka di jerat dengan UU  perlindungan anak yakni Pasal 81 dan 82 UU RI nomor 35 tahun 2004 sebagai mana di ubah dalam UU RI nomor 32 tahun 2002.


Penulis: Novry
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments