Minggu, 29 Maret 2020

356 Paket Masuk SiRUP, 221 Diantaranya Sudah Mulai Dikerjakan


Minggu, 08 September 2019 | 21:33:08 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Tahun 2019, sudah terdapat 356 paket yang masuk diaplikasi Sistem Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Provinsi Jambi. Ini disampaikan oleh Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Provinsi Jambi Jafri.

Dia mengatakan dari 356 paket tersebut, hingga akhir Agustus lalu telah dilaksanakan tender terhadap 314 paket pengadaan dengan total anggaran pagu APBN senilai Rp 18,6 M dan APBD senilai Rp 751,5 M.

"Itu hingga akhir Agustus kemarin. Namun yang masuk ke SiRUP itu jumlahnya naik turun terus, bisa jadi setelah direvisi kembali atau karena faktor lain," tuturnya.

Meski demikian, Jafri menyebut jumlah di SiRUP bisa berubah-ubah. Terlebih setelah perubahan anggaran.

"Kalau sebelumnya ada satu paket, bisa berubah menjadi dua atau tiga paket setelah direvisi. Bisa juga tidak melalui lelang, melainkan Penunjukan Langsung (PL) jika anggaran di bawah Rp 200 juta," jelasnya.

Jafri mengatakan, dari 314 paket yang sudah dilelang itu, 221 diantaranya sudah terkontrak dan kegiatan mulai dikerjakan. Sementara 93 paket lainnya masih dalam tahap pemilihan pemenang.

"Yang terkontrak itu nilainya Rp 9,07 M dari APBN dan Rp 593,5 M dari APBD. Dan dari 314 paket itu terdiri dari 166 paket jasa konstruksi, 65 paket pengadaan jasa konsultasi, 54 paket pengadaan barang, dan 29 paket pengadaan jasa," bebernya.

Menurut Jafri, dari semua lelang yang ada tak selalu berjalan mulus. Ada lelang yang harus diulang karena beberapa faktor. Seperti dicontohkannya yang terjadi dalam lelang pembangunan gedung VVIP RSUD Raden Mataher.

"Bisa jadi karena penyedia jasa tidak memenuhi persyaratan untuk mengikuti lelang, atau tidak ada pendaftar. Mau tidak mau, lelang harus diulang. Ada beberapa yang seperti itu," terangnya.

Namun, ada dua kegiatan yang harus diulang, setelah didapat pemenang. Ini terjadi pada kegiatan yang berada di Dinas PUPR. Lelang ulang tersebut dilakukan atas permintaan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas PUPR tersebut.

"Setelah didapat pemenang, diserahkan ke PUPR. Namun PPK di dinas tersebut meminta agar lelang diulang karena persoalan teknis," katanya.

Dua tender yang diulang tersebut dijabarkannya adalah pengaspalan jalan di simpang pelabuhan Ujung Jabung. Kemudian pengaspalan dan pembangunan jalan rigit beton dari Simpang Ahok Kota Jambi menuju Simpang Pramuka.

"Itu ada perubahan jumlah ruas pembangunan rigit beton dengan aspal. Jadinya PPK meminta agar lelang diulang," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments