Selasa, 7 April 2020

Nilai Lahan Bekas Angsoduo Rp 135 Miliar


Minggu, 08 September 2019 | 21:48:58 WIB


Nilai lahan bekas Pasar Angsoduo Rp 135 miliar
Nilai lahan bekas Pasar Angsoduo Rp 135 miliar / dok.metrojambi.com

JAMBI - Berdasarkan permintaan biro Pengelolaan Barang Milik Daerah Pemprov Jambi, kini lahan bekas pasar Angsoduo seluas 6 hektare sudah mendapatkan nilai oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jambi dengan nilai Rp 135 miliar.

Selanjutnya keputusan untuk melelang ke pihak ketiga ataupun mengelola lahan akan diputuskan paling lambat tahun ini.

Kepala Biro Pengelolaan Barang Milik Daerah Setda Provinsi Jambi Riko Febrianto menyampaikan, dengan diketahui nilai aset ini bukan berarti akan serta merta dilelang.

"Karena dengan diketahui nilainya, kita bisa memilih menjual atau memanfaatkan lahan dengan nominal Rp 135 miliar yang didapati, dengan syarat proyek yang dibangun diatasnya minimal harus seharga segitu," ujarnya, Minggu (8/9/2019).

Sedangkan untuk rencana awal akan dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH), Riko menyebut sebenarnya tak berubah. Tetapi akan ada perkembangan yang dibahas oleh tim aset daerah.

"Perkembangannya dibahas tim dikelola atau kemungkinan kita pihak ketigakan tergantung penawaran mau bangun apa nanti," jelasnya.

Ditanya kemungkinan lahan ini akan benar-benar dijual ke pihak ketiga, Riko menampiknya. "Tidak akan dijual, tetapi dengan nilai ini seandainya dikelola pihak ketiga nilai proyek mereka harus di atas Rp 135 ini," ungkapnya.

Ini sejalan pula dengan janji Gubernur yang akan membangun RTH di kawasan yang sebelumnya ditempati pedagang angso duo tersebut. "Nanti kita akan audiensi, jika lahan ini dipihak ketigakan konsekuensinya apa akan dijelaskan," tuturnya.

Selanjutnya, Riko mengatakan ditargetkan paling cepat pada akhir tahun sudah selesai ketentuan apa yang dipilih.

"Ini karena nilai aset lahan hanya berlaku enam bulan ditetapkan oleh KPKNL, untuk itu akan kita persiapkan semuanya menjelang itu. Sebab terhitung keluarnya nilai aset ini pada Agustus lalu," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments