Sabtu, 19 Oktober 2019

Lebih Dekat dengan Edi Purwanto, Ketua PDIP yang akan Pimpin DPRD Provinsi Jambi


Senin, 09 September 2019 | 09:09:34 WIB


Edi Purwanto
Edi Purwanto / Dok.metrojambi.com

JAMBI - Nama Edi Purwanto kembali mengisi daftar calon anggota legislatif (caleg) terpilih PDI Perjuangan dapil Kota Jambi hasil Pemilu 2019 dan akan dilantik hari ini Senin (9/9/2019).

Ini merupakan kedua kalinya Edi menembus parlemen, periode sebelumnya Ia harus mundur karena maju sebagai cawagub HBA. Kali ini Ketua DPD PDI Perjuangan ini bakal memimpin DPRD Provinsi Jambi karena partainya menjadi pemenang pemilu.

KARIR politik Edi Purwanto di jagat politik Jambi tergolong cepat. Di usianya yang masih 39 tahun, Edi Purwanto sudah menjabat ketua partai. Tidak tanggung-tanggung, Ia memimpin PDI Perjuangan, salah satu partai senior dan juga pemenang pemilu.

Bahkan saat ini merupakan kepemimpinannya di periode kedua di partai berlambang banteng dengan moncong putih ini. Tapi tentu saja tidak instan. Karena apa yang didapatkannya bukan diperoleh begitu saja.

Kehidupan  keras di desa dan tekad kuatnyalah yang membawanya bisa bersaing dengan yang lebih senior. Meski Ia sama sekali bukan dari trah penguasa. Apalagi anak pengusaha kaya.

Edi sendiri terlahir dari kalangan keluarga kebanyakan masyarakat Indonesia, yakni kalangan ekonomi menengah ke bawah. Dari kecil Edi purwanto sudah melihat dan merasakan kerasnya kehidupan.

Rumahnya disita hanya karena ayahnya tak mampu mengembalikan utang Rp 150 ribu di masa itu. Bersama keluarganya Edi kecil hidup berpindah-pindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain.

Meski demikian Edi Purwanto tetap bersekolah, Ia memulai mengenyam pendidikan formal di Sekolah Dasar Negeri No 327 Batu Putih dari tahun 1987-1993, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Singkut pada tahun 1993 hingga 1996. Lalu meneruskan pendidikannya ke MAN Model Jambi pada tahun 1996 hingga 1999.

Dari Kelas 2 SMP Edi sudah bekerja keras untuk membiayai hidup dan sekolahnya sendiri. Pukul 5 pagi, Ia sudah harus bangun memotong karet lalu pukul 06.30 pulang ke rumah dan pergi ke sekolah.

Sepulang sekolah Ia tidak dapat kesempatan bermain seperti anak-anak pada umumnya karena harus mengurus tanaman sayur di kebun seperti kacang panjang, kacang kedelai, cabe hingga kacang tanah. Sore hari barulah Ia mendapatkan sedikit luang itu pun dimanfaatkan untuk berolahraga untuk menjaga kebugarannya.

Dengan tekadnya yang kuat, Edi lalu melanjutkan S1 di Kampus IAIN STS Jambi dan lulus pada tahun 2004. Di saat duduk di bangku kuliah inilah, Edi menunjukkan bakat politiknya. Ia terpilih sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAIN STS Jambi.

Tidak hanya aktif di dunia politik mahasiswa, Edi juga menggeluti seni kaligrafi dan membaca Al Quran, sehingga teman-teman qorinya mempercayakannya menjabat Ketua Ikatan Qori-qoriah (IPQOH) pada 2002-2003. Setelah lulus, Edi kemudian melanjutkan studinya ke S2 di Universitas Indonesia Jakarta dan lulus pada tahun 2008 .

Di sela kesibukan kuliahnya di Jakarta inilah, Master Ilmu Politik dari UI ini membangun basis ekonominya dengan memulai bisnis bidang percetakan dan advertising dengan bendera CV Madani Utama.

Kini Edi akan dilantik dan selanjutnya bakal menduduki puncak pimpinan parlemen sebagai Ketua DPRD Provinsi Jambi. Tentu bukan hal yang mudah, di tengah kasus suap yang menerpa pasca OTT beberapa waktu lalu.

Ayah dua anak ini bersama anggota DPRD lainnya harus bekerja keras mengembalikan citra positif DPRD. Apalagi 12 Anggota DPRD Provinsi Jambi sudah menjadi tersangka. Bahkan satu orang sudah menjalani hukumannya.

Saat ditemui di sela-sela gladi bersih, Edi Purwanto mengatakan pihaknya harus cermat dan taat aturan dalam mengambil keputusan, demi terwujudnya pemerintahan yang baik dan bersih.

Ia mengatakan akan menutup persoalan masa lalu dan bersama anggota DPRD lainnya akan berusaha menghilangkan hal-hal negatif yang pernah ada. Ia berharap DPRD dapat memiliki paradigma dan semangat baru, khususnya dalam memahami tugas dan fungsi DPRD serta menaati peraturan perundang-undangan yang ada.

"Komitmen kita DPRD bersih dan punya kontribusi yang jelas, maka harus dilakukan kembali penajaman fungsi DPRD, agar bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Terkait KPK yang menyebut DPRD sebagai wilayah rawan, Edi menyampaikan itulah yang harus diperjuangkan bagaimana DPRD menjadi wilayah yang bersih. “Terima kasih pada KPK yang telah mengawasi DPRD untuk kebaikan bersama,” katanya.

Soal program DPRD, Edi Purwanto mengatakan akan melakukan optimalisasi pada fungsi DPRD yaitu, pembuatan perda, anggaran dan pengawasan.

“Di sini kita kan ada 55 orang, semua anggota pasti membawa aspirasi dari konstituennya masing-masing, aspirasi masyarakat itu yang harus kita kawal dan kita pastikan agar ditindaklanjuti oleh pemerintah dan pihak-pihak terkait,” pungkasnya.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments