Rabu, 13 November 2019

Bupati Tanjabtim Minta BUMDes Kelola Madu Apis Mellifera


Senin, 09 September 2019 | 14:47:55 WIB


Bupati Tanjung Jabung Timur, H Romi Hariyanto melakukan panen madu di Desa Rantau Karya, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Bupati Tanjung Jabung Timur, H Romi Hariyanto melakukan panen madu di Desa Rantau Karya, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur / Nanang/Metrojambi.com

MUARASABAK - Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) H Romi Hariyanto meminta agar Madu Apis Mellifera dapat dikembangkan di bumi sepucuk nipah serumpun nibung. Hal ini diungkapkannya saat melakukan panen madu di Desa Rantau Karya, Kecamatan Geragai belum lama ini.

Setelah melihat secara langsung, Romi sangat setuju dengan budidaya lebah madu ini. Selain sebagai sumber penghasilan yang menjanjikan, usaha ini juga bisa dilakukan panen dalam tempo 10 hari kalender.

Ke depannya, Bupati Romi berkeinginan agar usaha ini terus dikembangkan melalui kerjasama dengan Bumdes yang ada di desa. Ini karena hasil panen dari 51 kotak yang dilihatnya secara langsung, bisa mencapai 120 kilogram madu asli.

Selain itu, jenis lebah madu Apis mellifera ini juga sangat jinak dan tidak mudah menyerang atau menyengat. Bahkan merupakan paling unggul dan menghasilkan madu yang melimpah. Bupati juga meminta, setelah dilakukan sertifikasi hingga diberikan label halal dari MUI dan terdaftar di BPOM, maka madu ini nantinya diberikan label Madu Lebah Karya Sabak.

Menanggapi hal ini, Dodi selaku peternak madu Apis mellifera ketika dikonfirmasi media ini mengatakan kalau, lebah penghasil madu ini awalnya dari Negara Australia dan dapat dikembangkannya di pulau Jawa. Seterusnya selaku peternak madu, ia juga dapat mengembangkannya lagi di daerah Sumatra, yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Dengan mendapat respon dari orang nomor satu di bumi sepucuk nipah serumpun nibung beserta jajarannya, maka Dodi sangat optimis kalau usaha madu ini dapat berkembang dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di Kabupaten Tanjabtim. Karena ia beranggap, dari penghasilan madu ini sangat beda dengan penghasilan ternak lainnya. Selain mudah, juga tidak usah mengasih makan dan hanya cukup belajar ilmu dan teorinya saja.

"Yang jelas, hutan Tanjung Jabung Timur ini sangat bermanfaat bangat dan cocok untuk ternak lebah ini," ujarnya.

Ia menjelaskan, ternak lebah madu jenis Apis Mellifera ini 10 kali lebih cepat dari lebah lebah lainnya. Karena dalam satu bulan bisa tiga kali panen. Dan untuk 10 hari panen perdana, bisa mencapai 2,5 kilogram per kotak.

"Saya memprediksikan, kalau ternak madu di Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada enam bulan ke depannya, akan berubah dua kali lipat (penghasilan) bahkan sampai tiga kali lipat," prediksinya.

Ia berharap, karena telah dibantu melalui perpanjangan tangan Bupati Romi Hariyanto dan Dinas PMD dalam pengurusan izin Depkes dan BPOM, Maka ke depannya, kelompok atau usaha yang ikut melestarikan lebah madu Apis mellifera ini, tidak kebingungan lagi untuk memasarkan melewati pasar kelas menengah ke atas.

"Saya berharap, bisa menerobos pasaran yang luar biasa dan bukan yang biasa biasa saja. Saya yakin, madu diluar sana banyak, dan yang asli banyak, tapi yang murni kita berani cicipi untuk kemurniannya madu tersebut," ujarnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments