Rabu, 11 Desember 2019

IRT Terdakwa Kasus Narkotika Dituntut 6 Tahun Penjara


Selasa, 10 September 2019 | 15:54:34 WIB


Rosmini, ibu rumah tangga yang menjadi terdakwa kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu
Rosmini, ibu rumah tangga yang menjadi terdakwa kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu / Chy/Metrojambi.com

MUARABULIAN – Seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Rosmini dituntut 6 tahun penjara dalam kasus penyalahgunaan narkotika. Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Batanghari dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Muara Bulian, Senin (9/9/2019).

Dalam surat tuntutan yang dibacakan dalam persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim Derman P Nababan, JPU menyatakan terdakwa Rosmini terbukti bersalam melakukan tindak pidana sesuai dengan dakwaan pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Sidang kemarin agendanya tuntutan. Untuk pasal yang dibuktikan yakni pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009,” ujar JPU Eko Wahyudi saat dikonfirmasi, Selasa (10/9/2019).

Ditambahkan Eko, persidangan akan kembali digelar pada 17 September nanti. “Sidang berikutnya mengagendakan pembelaan dari pihak terdakwa,” tandasnya.

Dalam persidangan sebelumnya dengan agenda pemeriksaan terdakwa, Rosmini mengaku jika barang bukti 1,95 gram sabu yang diamankan pihak kepolisian saat penangkapan adalah miliknya.

Rosmini juga mengakui jika barang haram tersebut ia konsumsi sendiri. Kepada majelis hakim, Rosmini mengaku mengkonsumsi narkoba tanpa sepengatuan suaminya, Jumanto.

"Suami tidak mengetahui, saya membeli dari Sodri di Durian Luncuk dengan harga 3 juta. Dia mengantar ke rumah tanpa sepengetahuan suami saya," tutur Rosmini di persidangan.

Ditambahkan Rosmini, ia sudah tiga kali membeli sabu dari Sodri, dan terakhir membeli dengan harga Rp.3 juta. "Pertama saya membeli dengan harga 1 juta, kemudian membeli lagi dengan harga 1,5 juta," katanya.

Menariknya, Rosmini mengaku membeli barang haram tersebut dengan menjual perhiasan berupa cincin tanpa diketahui oleh sang suami.

"Pertama kali saya mencoba sabu dari teman saya di pabrik tempat suami saya bekerja. Kemudian dia pindah. Nah, Sodri mengetahui saya memakai sabu dari teman saya itu. Disitulah Sodri menawarkan sabu ke saya," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Rosmini diamankan oleh anggota Satresnarkoba Polres Batanghari pada tanggal 15 Mei 2019. Dia diamankan bersama suaminya, Jumanto, di depan Mapolsek Bajubang saat hendak menuju Tempino. Namun belakangan Jumanto dilepaskan karena tidak terlibat.


Penulis: Chy
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments