Kamis, 24 Oktober 2019

Wisman ke Indonesia Menurun


Senin, 09 September 2019 | 20:43:51 WIB


Dadang Hardiwan
Dadang Hardiwan / dok.metrojambi.com

JAMBI - Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juli 2019 mengalami penurunan 4,10 persen dibanding jumlah kunjungan pada Juli 2018.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan Juni 2019, jumlah kunjungan wisman pada Juli 2019 mengalami kenaikan sebesar 2,04 persen.

Kepala BPS Provinsi Jambi Dadang Hardiwan menyampaikan, secara komulatif yakni dari Januari hingga Juli 2019, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 9,31 juta kunjungan atau naik 2,63 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2018 yang berjumlah 9,07 juta kunjungan.

"Jumlah kunjungan wisman ini terdiri atas wisman yang berkunjung melalui pintu masuk udara sebanyak 5,50 juta kunjungan, pintu masuk laut sebanyak 2,43 juta kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 1,38 juta kunjungan," jelasnya.

Sedangkan untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Juli 2019, kata Dadang, mencapai rata-rata 56,73 persen atau turun 2,57 poin dibandingkan dengan TPK Juli 2018 yang tercatat sebesar 59,30 persen.

"Namun, jika dibanding TPK Juni 2019, TPK hotel klasifikasi bintang pada Juli 2019 mengalami kenaikan sebesar 4,46 poin," tuturnya.

Selanjutnya, rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Juli 2019 tercatat sebesar 1,80 hari, terjadi kenaikan sebesar 0,07 poin jika dibandingkan keadaan Juli 2018.

"Untuk di Jambi sendiri, Juli 2019 lama wisman menginap 2,52 hari. Dan ini meningkat dari bulan Juni 2019. Namun ya menurun dibandingkan Juli 2018 yakni 2,15 hari," ujar Dadang.

Dadang menjelaskan, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia yang datang melalui pintu masuk udara pada Juli 2019 mengalami penurunan sebesar 8,94 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada bulan yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan kunjungan wisman tersebut terjadi di sebelas pintu masuk udara dengan persentase penurunan tertinggi tercatat di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat yang mencapai 61,97 persen, diikuti Bandara Juanda, Jawa Timur turun 24,70 persen dan Bandara Adi Sucipto, DI Yogyakarta turun 22,80 persen, sedangkan persentase penurunan terendah terjadi di Bandara Husein Sastranegara, Jawa Barat sebesar 1,14 persen.

"Sementara kenaikan jumlah kunjungan wisman terjadi sekurangnya di empat pintu masuk udara dengan persentase kenaikan paling tinggi terjadi di Bandara Supadio, Kalimantan Barat sebesar 12,51 persen, dan persentase kenaikan paling rendah terjadi di Bandara Minangkabau, Sumatera Barat sebesar 1,90 persen," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments