Jumat, 20 September 2019

Bawa Paket Sabu, Oknum Pegawai Lapas Bungo Ditangkap


Rabu, 11 September 2019 | 08:12:40 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

MUARABUNGO - Oknum pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Muara Bungo berinisial ND, ditangkap oleh anggota Satresnarkoba Polres Bungo. Warga Kelurahan Bungo Timur ini, diduga telah melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Informasinya, penangkapan terhadap pria 37 tahun itu berawal dari laporan masyarakat yang menyebutkan di Simpang Agung Toyota bakal ada transaksi narkotika jenis sabu. Mendapat informasi itu, tim Opsnal Satresnarkoba Polres Bungo langsung melakukan penyelidikan di tempat tersebut.

Di lokasi yang dimaksud, Tim Opsnal melihat sebuah mobil Toyota Vios warna hitam yang berhenti di pinggir jalan, dan sebuah sepeda motor Honda Scoopy.

Tidak lama kemudian, pengendara sepeda motor Scoopy pergi dan mobil Toyota Vios warna hitam itu melaju menuju Lapas Kelas IIB Muara Bungo. Curiga, Tim Opsnal terus membuntuti mobil tersebut.

Sesampainya di Lapas Klas IIB Muara Bungo, pengendara mobil tersebut keluar dari mobilnya. Melihat itu, Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Bungo langsung mengamankan pengendara mobil tersebut.

Kemudian salah seorang anggota Tim Opsnal memanggil seorang pegawai Lapas untuk menyaksikan penggeledahan. Saat penggeledahan itu, ditemukan satu buah plastik yang berisi kristal bening diduga narkotika jenis sabu.

Barang haram itu, ditemukan  di dalam kantong celana pengendara mobil Toyota vios. Selain mengamankan tersangka, tim Opsnal mengamankan sejumlah barang bukti (BB).

Selain satu plastik klip yang berisikan kristal bening diduga narkotika jenis sabu, juga satu buah dompet warna cream yang berisi uang tunai sebesar Rp 452 ribu, satu buah handpone merk nokia warna hitam, satu buah celana panjang warna biru dongker dan satu unit mobil Toyota vios warna hitam dengan Nopol B 1113 XQ.

Kepala Lapas Kelas IIB Muara Bungo Rahnianto saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ia mengaku tidak akan mentolerir pegawai yang terlibat pidana.

“Kalau masalah itu benar adanya, saya tidak perlu komentari lagi, karena saya tidak akan mentolerir pegawai yang melanggar pidana. Apalagi pidana khusus terlibat narkoba,” tegas Rahnianto, Selasa (10/9/2019).

Ia mengaku sudah sering menasihati pegawai lapas agar tidak terlibat narkoba. Bagi yang terlibat maka harus siap menerima hukuman pidana dan hukuman administrasi. Hukum administrasi terberat bisa dilakukan pemecatan dengan tidak hormat.

“Pegawai saya sudah seringkali diperingati dan dinasihati. Risiko tanggung sendiri dan akan dapat tindakan hukum administrasi kepegawaianya,” pungkasnya.


Penulis: Budi Prasetyo
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments