Jumat, 20 September 2019

Kemenag Jambi Sambut Kedatangan Jemaah Haji Dengan Bubur Kacang Hijau


Rabu, 11 September 2019 | 12:02:37 WIB


Jemaah Haji yang baru tiba dari tanah suci disuguhi bubur kacang hijau
Jemaah Haji yang baru tiba dari tanah suci disuguhi bubur kacang hijau / Kemenag Jambi

JAMBI - Pukul 02.30 WIB dini hari, Misni Pakusin Samiran (85) melangkahkan kakinya ke sebuah ruangan di Debarkasi Antara Provinsi Jambi. Bersama ratusan jamaah lainnya yang tergabung dalam kelompok terbang 23 embarkasi Batam (BTH 23), baru saja tiba dari tanah suci.

Fisiknya memang sudah menua, dengan langkah yang tidak begitu tegap namun semangatnya berhaji patutlah menjadi contoh, di kala usia yang tidak lagi muda bahkan dengan orang yang seusianya.

Hal ini mungkin tidak banyak yang bisa mengingat bahwa melaksanakan ibadah haji tentu setidaknya butuh kondisi fisik yang prima. Semangatnya untuk pergi menunaikan rukun islam kelima patut menjadi contoh bagi banyak orang.

"Alhamdulillah ibadah yang dilakukan selama di tanah suci dapat dikerjakan dengan baik," ujarnya membuka pembicaraan.

Matanya mulai berbinar, tatkala petugas mempersilakan pria kelahiran Jawa Timur ini memasuki ruangan sembari menyerahkan segelas bubur kacang hijau hangat. Dengan tangan rentanya Misni meraih bubur hangat tersebut, dan berjalan perlahan menuju kursi yang tersedia bagi jemaah haji.

"Pas ini buburnya, anget dan enak sekali," ucapnya kepada Kemenag sambil menyuap bubur kacang hijau, Senin (9/9/2019) dini hari.

Misni mengisahkan bahwa perjalanan hajinya tahun ini juga diikuti sejumlah kerabat sedusunnya dari sebuah dusun yang berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dusun Sidoarjo Sungai Serindit namanya.

"Ada Kasman sama Sutirah juga ikut naik haji bersama saya," sebutnya.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Jambi Abdullah Saman mengatakan, bubur kacang hijau memang menjadi sajian khusus yang disediakan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Haji Antara Provinsi Jambi yang diberikan setibanya jamaah di Asrama Haji.

"Bubur kacang hijau ini kami harap bisa menjadi penghangat dikala dinginnya udara malam hari yang terus menyergap kulit hingga ke dalam tulang, terlebih jemaah baru saja menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk sampai kembali ke tanah air," ujarnya.

Tak sia-sia, usaha ini diapresiasi oleh para jemaah. Sambil menyantap bubur kacang hijau, terlihat mereka melepas kangen dan rindu akan kampung halaman, maklum hampir 40 hari berada di tanah suci pergi berhaji.

"Semoga semua menjadi haji mabrur," tutur Saman.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments