Jumat, 20 September 2019

Sosialisasi Pengenalan Kompas untuk Orientasi Medan Bersama Tim Teknik Geologi Universitas Jambi

Bagi Pramuka Penegak dan Pandega Jajaran Kwarda Jambi

Rabu, 11 September 2019 | 21:39:52 WIB


/ metrojambi.com

JAMBI - Tim Pengabdian Masyarakat oleh Program Studi Teknik Geologi Universitas Jambi (Unja) yang diketuai Ir. Yulia Morsa Said, MT dengan anggota D. M. Magdalena Ritonga, ST, MT selaku Ketua Program Studi Teknik Geologi dan anggota lainnya, Anggi Deliana Siregar, ST, MT, Hari Wiki Utama, ST, M.Eng, dan Eko Kurniantoro, SP, MT, pada 31 Agustus hingga 1 September 2019 lalu, melaksanakan kegiatan sosialisasi pengenalan kompas untuk orientasi medan bagi Pramuka Penegak dan Pandega dalam jajaran kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jambi.

Kegiatan yang diikuti tiga SMA di Kota Jambi ini sangat disambut antusias oleh penegak dan pandega, karena penggunaan kompas sangatlah penting dalam orientasi medan bagi pramuka itu sendiri.

Ketua Program Studi Teknik Geologi Unja D. M. Magdalena Ritonga, ST, MT mengatakan, dalam kegiatan sosialisasi ini peserta dari pramuka penegak dan pandega mendapat ilmu tentang bagaimana dan apa yang membedakan antara kompas geologi dan kompas biasa, serta bagaimana menggunakan kompas untuk menentukan arah mata angin dan jalan yang diinginkan.



"Kompas merupakan alat yang sangat penting dalam kegiatan orientasi medan atau biasa disebut “mencari jejak” dalam kegiatan pramuka, sehingga kompas wajib ada ketika seseorang pramuka atau regu mencari jejak, bahkan melaksanakan kegiatan orientasi medan," tuturnya.

Menurut Magdalena, dalam Pembacaan nilai angka pada kompas haruslah benar, terdapat beberapa bagian di dalam kompas. "Setiap individu wajib mengetahui dan memahami bagian-bagian dari kompas tersebut agar tidak salah dalam pengambilan keputusan arah, sudut, tinggian, dan lainnya," ujarnya.

Disamping itu, kata Magdalena, selain kompas hal yang wajib ada dalam orientasi medan adalah GPS. Dimana GPS berfungsi untuk mengetahui posisi dimana saat ini dan harus menuju titik mana, sehingga GPS dapat dibaca dengan koordinat geografis dan UTM.



"Dengan diadakan sosialisasi ini penegak dan pandega di lingkungan Kwarda gerakan pramuka Jambi ini jadi mengetahui dan memahami penggunaan kompas geologi dan GPS dalam kegiatan mencari jejak atau orientasi medan," katanya.

Magdalena berharap peserta penegak dan pandega mampu dan paham menyebutkan bagian-bagian kompas, tata cara penggunaan kompas dan cara menggunakan kompas geologi untuk menentukan arah mata angin, mencari kemiringan lereng (slope), menembak ketinggian, dan menentukan azimuth arah, serta dapat menggunakan kompas pada peta dasar yang diberikan oleh tim pengabdian program studi teknik geologi untuk menentukan arah kemana mereka harus berjalan.



"Dan mampu membaca skala geografis ataupun UTM, serta mampu menggunakan kompas dan Global Positioning System (GPS) serta peta dasar administratif secara bersama untuk menentukan arah dan titik koordinat untuk menentukan tujuan yang diinginkan," tandasnya.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments