Rabu, 18 September 2019

Barang Bukti 2 Kg Sabu dan 1.981 Butir Ekstasi Dimusnahkan


Kamis, 12 September 2019 | 08:28:18 WIB


Pemusnahan barang bukti sabu dan ekstasi oleh Subdit III Ditresnarkoba Polda Jambi
Pemusnahan barang bukti sabu dan ekstasi oleh Subdit III Ditresnarkoba Polda Jambi / Metrojambi.com

JAMBI – Subdit III Ditresnarkoba Polda Jambi, Rabu (11/9/2019), memusnahkan narkoba jenis sabu sebanyak 2 kg serta 1.981 butir ekstasi, yang disebelumnya disita dari penangkapan tersangka SYL Sihombing (49).

Barang haram itu dimusnahkan dengan cara diblender dan dicampur diterjen kemudian di buang ke kloset. Pemusnahan sendiri disaksikan jaksa penuntut umum yang menangani kasus tersebut.

Direktur Resnarkoba Polda Jambi Kombes Pol Eka Wayudianta melalui Kasubdit III AKBP Havid mengatakan, tidak semua barang bukti dimusnahkan. Ada sebagian kecil yang disisakan untuk dijadikan alat bukti di persidangan.

“Kalau ekstasi ada 5 yang disisakan, 1 untuk uji lab, dan 4 untuk dibawa ke persidangan. Kalau sabu yang menjadi bukti di persidangan hanya 0.5 gram saja,” kata Havid.

Diberitakan sebelumnya, tim Ditrektorat Reserse Narkoba Polda Jambi menringkus tersangka pada 17 Agustus 2019 lalu di perbatasan Jambi Sumsel. Barang tersebut akan dikirim oleh tersangka ke Palembang dari Kualatungkal.

Dari pengakuan tersangka sabu dan ekstasi itu merupakan milik AL, warga negara Malaysia yang telah ia kenal sejak lama. Tersangka juga mengaku telah dua kali melakukan penyelundupan sabu ke Palembang.

Tersangka yang merupakan warga Medan itu terbang dengan menggunakan Lion Air dari Medan ke Batam, kemudian ke Jambi dan selanjutnya ke Tungkal Untuk mengambil narkotika itu.

Tersangka membawa narkotika itu dengan cara memasukan kedalam tas dan diletakkan dalam bagasi mobil travel ABC. Dari pengakuan tersangka dia di upah Rp 60 juta. Tetapi baru Rp 10 juta yang diberikan sisanya akan dibayar setelah sampai.

Atas perbuatannya tersangka di jerat dengn pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman selama 20 tahun dan denda Rp 10 miliar.


Penulis: Novri/Ikbal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments