Senin, 13 Juli 2020

Narapidana Kasus Sabu Dikabarkan Diperiksa Propam Polda Jambi


Sabtu, 14 September 2019 | 14:09:32 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

MERANGIN - Narapidana Lapas Klas II B Bangko kasus narkoba jenis sabu hasil tanggapan Polres Merangin pada September 2018 lalu, dikabarkan dikunjungi oleh Propam Polda Jambi.

Hal ini dari kabar sedang santer dibicarakan masyarakat di Merangin, erat kaitannya dengan tindak lanjut pemeriksaan kasus sabu September 2018 silam. Informasi yang beredar kasus ini akhirnya membuat Kapolres Merangin sebelumnya mesti menjalani pemeriksaan dan posisinya digantikan oleh pejabat yang baru.

Informasi yang dihimpun, kehadiran aparat Propam Jambi ke Lapas Klas II Bangko, yang dikabarkan 6 personil tersebut, untuk mengambil keterangan terhadap tiga terpidana kasus narkoba dengan jumlah Barang Bukti (BB) sabu dalam persidangan 4,5 Kg, hasil tangkapan Polres Merangin sekitar September 2018 silam. Tiga jaringan terpidana kasus narkoba tersebut berinisial Des, Zai, dan Nur.

"Oh ya, benar, memang saya mendapat laporan dari petugas Lapas, jika ada aparat Propam Polda Jambi, yang mendatangi Lapas Bangko sekitar sepekan yang lalu. Dan kehadiran mereka di Lapas ini, setahu saya guna mengambil keterangan terhadap tiga terpidana kasus Narkoba hasil tangkapan Polres Merangin tahun 2018. Dan terkait yang lain-nya saya sama sekali tidak tahu," ungkap Suroto, Kalapas Bangko, baru baru ini.

Suroto mengaku, jika pihaknya enggan berasumsi apa-apa terkait pemeriksaan yang dilakukan aparat Propam Polda Jambi terhadap tiga terpidana kasus narkoba tersebut.

"Karena soal itu, sudah bukan ranah kami. Tugas kami hanya menjaga, membina para napi dan tahanan titipan disini. Jika ingin tahu lebih jauh lagi apa yang terjadi terhadap tiga terpidana kasus narkoba tersebut saat menjalani pemeriksaan aparat Propam Jambi, bisa tanya langsung terhadap terpidana, jangan ke saya toh," kata Suroto.

Di Lapas Klas II B Bangko, media mencoba melakukan penelusuran lebih dalam terkait dengan kunjungan Propam Jambi. Setelah bernegoisasi dengan pihak Kalapas, Kalapas Bangko memberikan kesempatan media, untuk berbincang dengan salah satu dari tiga terpidana kasus sabu.

Des, salah satu terpidana kasus narkoba yang dihadirkan, untuk sedikit dimintai keterangan, apakah benar pernah dimintai keterangan pihak Propam Polda Jambi terkait kasus yang menjeratnya.

"Kalau enggak salah, dan seingat saya memang sekitar satu minggu yang lalu, atau 31 Agustus 2019 saya dimintai keterangan pihak Propam Polda Jambi. Itu kalau saya tak salah ingat," ungkap Inisial Des yang mengaku sudah divonis majelis hakim pengadilan 20 tahun penjara lewat kasus yang menjeratnya.

Ditanya apa saja pertanyaan yang dilontarkan aparat saat diambil keterangan Propam Polda Jambi, secara umum Des mengaku atas kasus yang menjeratnya tersebut, dia dijanjikan sejumlah oknum aparat narkoba yang menangani kasusnya saat itu, dengan iming-iming jika kasus yang menjeratnya akan dialihkan pada kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), asalkan sejumlah rupiah bisa disiapkan.

"Yang jelas seingat saya, sekitar Rp 1,4 miliar uang saya, dan 2 mobil milik saya, atau satu unit Yaris, dan satu Hilux sudah saya serahkan agar kasus yang menjerat saya ini bisa diringankan. Namun faktanya saya justru divonis 20 tahun penjara, Ini yang terjadi pada saya, kalau dua terpidana lainnya saya tidak tahu," ungkap terpidana Des berkomentar pada media yang langsung disaksikan Kalapas Bangko saat memberikan keterangan.


Penulis: Andi Kurniawan
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments