Minggu, 20 Oktober 2019

Kantor Bahasa Jambi Adakan Pergelaran Tradisi Lisan


Minggu, 15 September 2019 | 17:22:06 WIB


/ Istimewa

JAMBI - Keberadaan tradisi lisan Jambi berjalan seiring dengan aktivitas masyarakatnya. Hal inilah yang menyebabkan lahirnya keragaman tradisi pada setiap kabupaten/kota dalam wilayah Provinsi Jambi.

Keragaman inilah yang diharapkan bagi penguatan hubungan sosial untuk bangunan kebangsaan. Secara ekonomis, bermanfaat juga untuk kesejahteraan, pembangunan pariwisata, budaya, dan industri kreatif.

Penciptaan ruang sosial yang kondusif bagi setiap bentuk tradisi lisan akan berdampak terhadap kehidupan tradisi lisan itu sendiri. Lenutur tradisi lisan yang merupakan bagian dari komunitasnnya akan merasa nyaman jika komunitasnya (termasuk pemerintah selaku pemegang kebijakan pembangunan kebudayaan) memberi ruang ekspresi untuk kelisanannya.

Terkait hal ini, Kantor Bahasa Jambi pada Senin (16/9/2019) besok, akan mengadakan pergelaran tradisi lisan. Acara yag digelar di halaman Kantor Bahasa Jambi ini, merupakan panggung bagi generasi muda dan para maestro tradisi lisan untuk saling berbagi pengetahuan atas keragaman masa lalu.

"Pergelaran ini akan menampilkan tradisi lisan Dideng, Dadung, Sutan Bagindo, Ampek Gonjie Limo Gonop, dan Antak Awo. Panggung ini menjadi salah satu alternatif agar negeri ini tidak kehilangan satu entri ensiklopedia tradisi lisan komunitas masyarakatnya," ujar Nukman, salah seorang panitia kegiatan kepada metrojambi.com, Minggu (15/9/2019).

Ditambahkannya, upaya untuk meminimilasi kehilangan satu entri tradisi lisan haruslah berdasarkan pengamatan atas perkembangan tradisi itu sendiri. Dengan kata lain, tidak memaksa sebuah kerangka kerja pelesterian atau apapun istilahnya kepada masyarakat tradisi.

Aktivitas perlindungan yang meliputi kerja inventarisasi, klasifikasi, pemetaan, dokumentasi, dan pendaftaran/registrasi, menjadi sempurna jika penutur tradisi lisan diberi ruang untuk menampilkan apa yang mereka miliki.

"Dan itu pun bisa dilakukan dengan persyaratan khusus, yakni sepanjang masyarakat pemilik tradisi lisan masih menginginkannya, berfungsi bagi mereka, memiliki daya hidup yang lebih panjang, dan tidak saja menjadi warisan budaya komunitas lokalnya," pungkasnya.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments