Selasa, 15 Oktober 2019

Kemarau Sebabkan 559,5 Hektare Tanaman Padi di Jambi Gagal Panen


Minggu, 15 September 2019 | 20:47:04 WIB


ilustrasi
ilustrasi / dok.metrojambi.com

JAMBI - Musim kemarau yang sudah berlangsung sejak awal bulan Agustus lalu, mulai berdampak pada lahan pertanian masyarakat, khususnya padi. Saat ini, ratusan hektare tanaman padi terancam gagal panen karena lahan mengalami kekeringan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Jambi Ahmad Maushul mengatakan, laporan dari seluruh kabupaten/kota, tidak ada satupun kapubaten/kota yang bebas dari gagal panen.

"Semua kabupaten/kota terdampak kekeringan. Pasti ada yang puso di masing-masing wilayah," tuturnya.

Berdasarkan data Dinas TPHP hingga saat ini, sudah 559,5 hektare lahan pertanian padi masyarakat yang gagal panen. Dari keseluruhan lahan tersebut, paling banyak terdapat di Kabupaten Batanghari dan Muaro Jambi.

"Yang paling banyak di Batanghari dan Muaro Jambi," ujarnya tanpa menyebut luasan lahan.

Sayangnya, dari 559,5 hektare lahan pertanian padi tersebut, tidak ada satupun yang sudah didaftarkan kelompok tani untuk asuransi. Sehingga, kerugian yang dialami petani harus ditanggung sendiri oleh petani itu. Padahal, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) tersebut bisa menjadi solusi bagi petani agar tidak merugi ketika padinya mengalami gagal panen.

"Belum ada yang masuk asuransi. Memang masih perlu proses untuk mengajak petani mau mengasuransikan lahan pertaniannya. Karena jika terjadi gagal panen, asuransi akan membayar ganti rugi kepada petani,” sampainya.

Sementqra itu, ntuk membantu petani, Maushul menyebut akan mengajukan bantuan benih dari pemerintah pusat. "Setelah data yang puso ini direkap semua. Kita akan ajukan bantuan ganti benih ke pusat dengan cadangan benih nasional," ujarnya.

Namun, kata Maushul, upaya yang dilakukan saat ini untuk menyelamatkan tanaman padi petani yakni memberikan bantuan berupa pompa air kepada petani. Namun masih sangat minim.

"Sudah dilakukan tapi hanya beberapa titik. Kalau dipersentasekan baru sekitar 30 persen. Dengan ketersediaan pompa air kita, jauh masih butuh sekitar 60 persen lagi dari yang sudah kita lakukan. Beberapa waktu lalu sudah saya tanda tangani pengajuan 25 unit pompa air ke pusat, mudah-mudahan bisa ploting dari pusat dalam waktu dekat ini," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments