Minggu, 20 September 2020

Sejumlah Alasan Walikota Sungai Penuh, AJB Maju di Pilgub Jambi


Sabtu, 14 September 2019 | 13:24:40 WIB


Walikota Sungai Penuh saat menyampaikan pernyataan persnya
Walikota Sungai Penuh saat menyampaikan pernyataan persnya / Dedi

SUNGAIPENUH- Asafri Jaya Bakri ,(AJB) menyatakan niatnya maju pada Pilgub Jambi 2020 mendatang. Pernyataan tersebut dinyatakan Walikota Sungai Penuh dua periode ini, pada saat jumpa pers, Sabtu (14/9).

Pada kesempatan tersebut, H Asafri Jaya Bakri membeberkan alasannya tertarik untuk ikut berpartisipasi membangun Provinsi Jambi, yang 62 tahun tanpa wakil di Provinsi Jambi.

Hal yang paling inti terkait pembenahan SDM, pengembangan suku sebagai potensi serta mengembangkan nilai religiusitas, nilai agama dalam seluruh aspek pembangunan.

Menurutnya di segi SDM, dirinya perkembangan SDM di Provinsi Jambi masih mundur, hal ini bisa dilihat dari perkembangan SDM masyarakat Jambi secara keseluruhan di Provinsi Jambi.

"Tidak perlu jauh-jauh, kita bisa lihat sendiri pada tes CPNS kenapa orang luar Provinsi Jambi bisa lulus, selain itu lihat lulusan di Universitas terbaik di Indonesia minim perwakilan Jambi, begitu juga untuk tokoh nasional masih kurang perwakilan dari Jambi," ungkapnya.

Permasalahan SDM, lanjutnya memang jarang dilirik politisi Jambi, lantaran pelaksanaan pembangunan dan programnya berlangsung untuk jangka panjang.

"Kalau untuk infrastruktur, kalau ada semua dana semua bisa. Tapi permasalahan SDM itu sangat membantu kedepannya bagi pembangunan Jambi," katanya.

Selain itu, lanjutnya Provinsi Jambi bisa maju jika semua masyarakat Jambi dilibatkan, tidak lagi homogen namun sudah heterogen yang terdiri dari berbagai suku, kelompok dan agama.

"Jadikan perbedaan sebagai potensi pembangunan bukan potensi konflik, semua kelompok diberdayakan diberikan kewajiban dan diberikan haknya. Termasuk dibidang politik," terangnya.

Ditambahkannya, siapapun boleh maju pada Pilgub Jambi, asal punya kemampuan dan prestasi, mampu menunjukkan kepemimpinannya dalam memimpin secara adil.

"Kalau tidak akan jalan di tempat saja, harus diilihat ke depan. Alasan terakhir mengembangkan nilai religiusitas, nilai religi dalam seluruh aspek pembangunan," jelasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments